— • Happy reading • —
Tok tok
Tak ada jawaban dari penghuni kamar, akhirnya dengan mengumpulkan kan beberapa keberanian Nora membuka pintu kamar Lia
Ceklek
"Kak Lia udah tidur?." Tanya Nora pelan
"Apa." Tanya nya ketus
"Nora boleh cerita sama kakak?."
"Ga puas cerita sama Lio?." Sindir Lia
Nora terdiam "Kakak salah paham lagi ya?."
"Ga."
"Nora ga ada apa apa sama kak Lio."
"Ga peduli."
"Nora dukung malahan kakak sama kak Lio."
"Bullshit." Umpat Lia
Nora terkejut "Kak, Nora ada salah?." Tanya nya sambil menundukan kepalanya
Lia diam ia tak membalas ucapan Nora "Kalau ga penting keluar." Usir Lia
"Oh oke... Nora cuman mau bilang kalau kak Lio katanya mau makan malam bareng kita."
Nora mengehela kan nafas nya karena tak mendapat respon dari Lia
***
"Lia ayok turun kita makan malam bareng." Ajak Melisa
"Sibuk."
"Sibuk tugas atau sibuk ngehindar dari Lio?." Tebak Melisa
"Sibuk tugas." Elak Lia
Melisa terkekeh mendengar respon dari anak sulung nya "Anak mommy gengsi nya besar banget ya."
"Mom, Lia sibuk jangan ganggu."
"Mommy tunggu 5 menit dibawah, kalau kamu ga turun mom seret kamu."
"Iya ya." Ucap Lia mengalah
8 menit kemudian
"Kak Lia ngapain di kamar lama banget?." Tanya Nora
"Katanya ada tugas sekolah."
"Gaada tugas dari guru kami tan." Ucap Lio kebingungan
"Ya mungkin dia kecapean makanya ga turun." Ucap Melisa
"Yaudah biar mommy panggilin."
"Ga perlu." Potong Lia sambil menuruni anak tangga
"Eh anak mommy ngapain baru turun?."
"Telfonan sama pak Geo." Jawab Lia
"Pantesan betah di kamar ya." Ucap David terkesan menggoda Lia
Lio tersenyum paksa, Nora bisa melihat nya. Tak sadar ia mengenggam lengan Lio untuk memberi semangat. Lia melihat itu pun hanya pura pura acuh padahal di hati... Ya gitu kalian paham bukan?
"Bagaimana pak Geo di sekolah? Apa dia mulai bisa berinteraksi sama lingkungan baru?." Tanya David
Lia mengangguk kan kepala nya "Besok pak Geo bakalan ngajak Lia pergi sekolah bareng."
"Lo bukannya bareng gua?." Tanya Lio
"Gua ga bilang janji." Jawab nya acuh
"Kak Lio sama Nora aja ya?." Lio mengangguk kan kepala nya tak lupa dengan senyuman manis nya.
Orang
Gelas kaca yang digenggam oleh Lia terjatuh reflek mereka semua menatap ke arah Lia
"Ya ampun sayang tangan kamu." Melisa teriak histeris melihat darah yang terus mengalir di tangan Lia.
KAMU SEDANG MEMBACA
AILIA (COMPLETED)
Novela JuvenilFOLLOW AKUN SEBELUM MEMBACA DAN JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK ⚠WARNING!!⚠ Typo berserakan, bahasa tidak terlalu mengikuti standar EYD (BAHASA TIDAK BAKU) ※※※※※※ Apa kalian yakin hanya lelaki saja yang bisa bersikap dingin? Tentu saja jawaban nya tid...
