51.KEMBARAN EVAN
Felix masuk ke dalam kamar nya,ia melihat anin yang tengah tidur telungkup dengan bergelung selimut."Anin"panggil nya.
Felix duduk di pinggiran ranjang,ia menarik selimut yang membungkus tubuh mungil anin.
"Kenapa sih??"tanya felix tak mengerti, perasaan ia tidak membentak gadis itu.
"abang galak"ucap anin dengan suara seraknya.
"Abang pelit"
"Abang jelek"
Felix menarik nafas,ia mengelus dadanya sabar."lu napa sih tiba-tiba nangis?"tanyanya.
"Suka-suka anin lah"jawab anin meniru cara bicara felix.
"Ngadep sini coba"felix berusaha membalikkan tubuh anin agar menghadap ke arahnya.
"Engga mau"anin menyingkirkan tangan Felix yang bertengger di bahu nya.
"Ya udah gue tinggal"ujar felix memancing anin agar mau berbalik menghadap ke arah nya.
Anin dengan spontan membalikkan tubuhnya menghadap ke arah Felix."ikuttt"ujarnya.
Felix tersenyum,"orang gue gak bakal kemana-mana"ujarnya seraya ikut merebahkan tubuhnya di samping tubuh Anin.
"awas ih"usir anin seraya mendorong tubuh Felix agar menjauh darinya.
"Diem nin,gue ngantuk"ujar Felix,lelaki itu tiba-tiba memeluk anin.
Anin menyingkirkan tangan Felix yang memeluk pinggangnya."ayo pulang ke rumah mama"ajak gadis itu.
Saat ini mereka berdua masih berada di apartemen milik felix, lelaki itu sedari tadi terus menerus menolak ketika anin mengajak nya pulang.
Felix memeluk kepala anin"abang,Anin engga bisa napas"ucap anin dengan suara teredam.
"eh maap maap"ucap Felix lalu melerai pelukannya.
drtt...drttt...drtt....
"Hp abang bunyi tuh"ujar anin memberi tahu.
Felix merogoh saku celananya,"siapa nih ganggu aja"
"siapa bang?"tanya anin melirik layar ponsel milik Felix.Lelaki itu mengangkat panggilan nya.
"Evan"jawab felix singkat.
"Apaan"
"kerja kelompok fel" ujar evan dari sembrang sana.
"Kapan?"tanya Felix.
"Sekarang"
"Dimana?"tanya felix lagi, lelaki itu melirik Anin yang tengah menatapnya dengan pandangan ingin tahu.
"Apart lo aja"
"Sekarang gue sama yang lain ke sana" sambung evan.
"hm oke"felix lalu menutup sambungan telepon nya.
"Abang mau main ya??"tanya anin setelah Felix mematikan sambungan telepon nya.
"engga"jawab felix lalu memeluk anin lagi.
"terus tadi bang evan bilang apa??"tanya anin lagi."kirain anin,bang Evan ngajak main"sambung nya.
"itu si evan ngajak kerja kelompok"jawab Felix dengan tangan sibuk mengelus rambut Anin.
Anin bertumpu pada dada bidang Felix,"sekarang??"anin menatap mata felix menunggu jawaban.
"heem"
KAMU SEDANG MEMBACA
FELIX RAJENDRA (END)
JugendliteraturJudul awalnya STEPBROTHER, ku ganti 😸 Felix Rajendra. Murid laki laki yang terkenal dengan kenakalannya, selain itu ia juga terkenal karena menjabat posisi sebagai ketua Xeiver, sebuah geng motor yang beranggotakan hanya kaum laki-laki saja. Anindi...
