Felix menghela nafas panjang, ia melirik ke arah tangga menunggu Anin turun dari sana, namun orang yang di tunggu-tunggu tidak kunjung turun juga. "Lama banget sih!" kesal lelaki itu.
Felix meminum air yang ada di hadapannya lalu memakan cemilannya lagi.
Dari mana Felix mendapatkan itu semua? Jawabannya ialah, tadi Felix meminta kepada pelayan yang bekerja di rumah Anin, pelayan yang dirumah Anin sempat kebingungan karena mereka semua tidak mengenal Felix, akhirnya felix memberitahu bahwa ia adalah anak dari Bakri dan Ratna, membuat semua pelayan itu mengerti.
"Bi" panggil Felix pada bi Weni yang kebetulan lewat. "Ada apa ya den?"
"Kamar Anin dimana bi?" tanya Felix.
"Itu di lantai atas den yang pintu kamarnya ada gantungannya, mau bibi antar?"tawar bi Weni.
"Boleh deh bi"
"Mari bibi antar" ujar bi Weni seraya berlalu menuju kamar Anin dengan Felix yang mengikutinya di belakang.
"Ini kamar non Anin" tunjuk bi Inah ketika mereka telah sampai di depan kamar Anin. "Makasih bi "ujar Felix lalu membuka pintu kamar Anin tanpa mengetuk nya terlebih dahulu.
Felix mencari keberadaan gadis itu didalam kamar serta dikamar mandi, namun orang yang dicarinya tidak ada di sana. "Nih bocah kemana sihh!" kesalnya.
Felix keluar lagi dari kamar Anin, ia mencari bi Weni, kebetulan bi Weni hendak turun setelah membersihkan balkon.
"Bi" panggil Felix.
"Iya den?" Bi Weni menghampiri Felix. "Aninnya enggak ada di kamar" ujar Felix. "Kira-kira Anin kemana ya bi?" tanyanya.
Bu Weni terdiam seperti sedang berfikir. "Oh gak ada ya" ujarnya pelan.
"Ayo ikut bibi den" ujar bi Weni menyuruh Felix mengikuti nya. Felix mengangguk lalu mengikuti bi Weni dari belakang.
Bi Weni berhenti disebuah pintu paling ujung, lalu membuka pintunya perlahan, Bi Weni menyembulkan kepalanya mengintip ke dalam kamar itu.
"Syukur non Anin ada disini" ujar Bi Weni pelan lalu kembali Felix. "Non Anin ada di dalem den" ujar Bi Weni memberitahu Felix.
Bi Weni membuka pintu kamar itu dengan lebar menampakkan Anin yang sedang tertidur pulas. Felix yang tadinya ingin marah karena menunggu Anin yang lama jadi mengurungkan niatnya.
"Oke, makasih bi" ujar Felix seraya memasuki kamar tersebut. "Btw, ini kamar siapa bi?" tanya Felix.
"Ini itu kamar almarhum Ayahnya non Anin" jawab Bi Weni.
"Kenapa dia tidur disini?" tanya Felix kepo.
"Emang udah biasa sih den, biasanya kalau non Anin lagi kangen sama almarhum Ayahnya dia suka tidur dikamar ini" jelas Bi Weni. Felix ber oh ria.
"Mau bibi ceritain tentang non Anin, den Felix?" tawar Bi Weni. Felix mengangguk, entah mengapa Felix menjadi penasaran tentang kehidupan gadis itu.
"Non Anin itu dulu sebelum Ayahnya meninggal, dia itu anak yang ceria tapi semenjak ayahnya meninggal non Anin berubah jadi pendiem" Bi Weni mulai menceritakan tentang kehidupan Anin kepada Felix.
"Bibi aja yang bukan siapa-siapanya ngerasa kehilangan banget, apalagi non Anin, pasti dia sedih banget" ujar Bi Weni seraya menyeka ujung matanya yang sedikit berair. "Non Anin cuman punya Ayahnya selama ini, dan semenjak Ayahnya meninggal dia udah enggak punya siapa-siapa lagi sekarang" ujar Bi Weni. Felix merasa iba.
"Emang Ibunya sama keluarga nya pada kemana bi?" tanya felix.
"Setau bibi sih ibunya pergi waktu non Anin masih bayi,t api bibi kurang tau pergi kemana, waktu itu non Anin masih berumur dua bulanan, kalau keluarga nya yang lain bibi kurang tau den, soalnya bibi juga denger dari orang karena waktu ibunya non Anin masih ada bibi belum kerja sama mereka, dan bibi mulai kerja sama tuan Amran itu waktu non Anin berumur empat bulan" Bi Weni menjelaskan panjang lebar.
KAMU SEDANG MEMBACA
FELIX RAJENDRA (END)
Novela JuvenilJudul awalnya STEPBROTHER, ku ganti 😸 Felix Rajendra. Murid laki laki yang terkenal dengan kenakalannya, selain itu ia juga terkenal karena menjabat posisi sebagai ketua Xeiver, sebuah geng motor yang beranggotakan hanya kaum laki-laki saja. Anindi...
