64.PERMINTAAN MAAF

4.9K 258 19
                                        

64.PERMINTAAN MAAF

Pukul enam pagi Felix baru saja sampai rumahnya setelah semalaman tidak pulang, lelaki itu menginap di markas bersama teman-temannya.

Felix memasuki rumahnya dan mendapati Ratna yang sedang menyiapkan sarapan."pagi mah" sapa Felix seraya berjalan menaiki tangga.

Ratna menoleh."pagi juga bang" sapa baliknya. Ratna menoleh lagi seakan baru saja teringat sesuatu. "DARI MANA AJA KAMU?!" tanya Ratna melengking.

"Markas" jawab Felix sebelum memasuki kamarnya yang berada di lantai atas.

"BISA-BISANYA ENGGA PULANG YA!! AWAS AJA SAMPE KAYAK GITU LAGI, MAMA SITA MOTOR KAMU!!" peringat Ratna.

"Ampun nyai" Felix menyatukan kedua tangannya.

Hal itu membuat Ratna geram, ia berancang-ancang akan menyusul Felix ke lantai atas. Felix dengan segera menutup pintu kamarnya seraya tertawa.

Bertepatan dengan pintu kamar Felix yang tertutup, Pintu sebelah kamar lelaki itu terbuka, keluarlah Anin dengan menjinjing tas sekolahnya. Gadis itu sudah rapi mengenakan seragam Pramuka.

Anin melihat mamanya yang berdiri di undakan tangga, ia jadi ragu untuk turun ke bawah. Mau tak mau anin harus turun meskipun dengan perasaan takut.

Ratna pun melihat Anin yang baru saja keluar dari dalam kamarnya, wanita itu ingin sekali meminta maaf kepada anin atas kejadian semalam.

"Ayo sarapan nin" ajak Ratna pada Anin membuat gadis itu tersentak pelan.

"Iya mah" balas Anin lalu berjalan menuruni tangga. Mereka berdua berjalan beriringan menuju dapur tanpa mengatakan sepatah kata pun.

Anin duduk di kursi sebelah pojok kiri sedangkan Ratna duduk diseberang nya.

"Anin mau makan sama apa?" Tanya Ratna seraya mengambilkan anin nasi beserta lauk pauk nya.

"Telor aja mah" jawab Anin ragu-ragu.

"Engga mau pake daging sayang ?" tanya Ratna lagi.

"Engga mah" Anin menggelengkan kepalanya.

"Oh ya udah nih" Ratna memberikan piring kepada Anin. "Di habisin ya makanannya" ucapnya.

"Iya mah" ucap Anin tanpa mengalihkan pandangannya dari piring makanannya.

"Anin" panggil Ratna membuat Anin mengangkat wajahnya dengan perasaan takut.

"Iya mah?" Tanya Anin.

"Mamah mau minta maaf ya soal semalem, mama lagi banyak pikiran" Ujar Ratna seraya menatap mata Anin dengan tatapan tulus.

"Iya gapapa kok mah, udah Anin maafin" balas Anin seraya tersenyum tipis.

"Makasih ya sayang"

"Anin juga minta maaf ya kalo bikin mamah ga nyaman gara gara foto itu" ujar Anin lagi.

"Iya gapapa kok, mamah cuman takut aja"

"Lagi ngomongin apaan nih??" Tanya Felix yang baru saja turun dari tangga dengan menenteng tas sekolahnya dan seragam yang acak-acakan. Ratna terkejut, ia segera mengkode Anin agar tidak memberi tahu Felix.

"Ohh ini kita lagi ngomongin cara bikin telor soalnya Anin engga bisa" ujar Ratna berbohong sedangkan Anin hanya tersenyum tipis.

"Oh" respon Felix, lelaki itu duduk di sebelah Anin dan mengambil piring makanan milik gadis itu.

Felix heran kenapa gadis itu diam saja, biasanya Anin akan memprotes ketika barang miliknya di ambil begitu saja.

"Heh diem diem bae lo" Felix meraup wajah Anin menggunakan sebelah tangannya.

FELIX RAJENDRA (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang