53.Toko Buku
Felix masuk ke dalam kamar anin dengan membawa segelas teh hangat di tangannya.Ia mendengus kesal karena mengingat orang tuanya yang pergi ke luar kota tidak memberitahu nya terlebih dahulu.
"Nih minum"Felix menyodorkan gelas itu pada anin.
"panas"komentar gadis itu.
"anget itu bukan panas"balas felix lalu duduk di samping sebelah adiknya.
"Anin engga mau"tolak anin sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Nin!"
Dengan terpaksa anin meminum sedikit teh yang dibawa Felix untuknya."udah"ujarnya seraya menyerahkan gelas nya pada Felix kembali.Felix menerima gelas itu kemudian menyimpannya di atas meja samping tempat tidur Anin.
"baring dulu"suruh felix. Anin menuruti perintah abangnya.Felix membuka kancing seragam bagian bawah yang anin kenakan.
"Mama sama papa kemana bang kok jarang ada di rumah?"tanya anin ingin tahu pasalnya mama dan papa angkatnya itu jarang sekali ada di rumah.
"Luar kota"jawab Felix singkat seraya mengolesi perut rata anin menggunakan minyak telon."kenapa lo?"tanyanya.
"Kangen"jawab anin dengan mata berkaca-kaca.
"Kangen siapa??kangen gue?"tanya Felix lagi."lah kita kan setiap hari ketemu, bareng terus malah"lanjut nya lagi.
"Ihh bukan kangen abang,anin kangen mama sama papa"ujar anin.
"Telfon kan bisa"balas felix enteng.
"Anin juga kangen ayah"lanjut nya,gadis itu sudah lama tidak mengunjungi makan ayah kandungnya.
"mau ke makam ayah?"tawar felix seraya bangkit dari duduknya dan berjalan menuju lemari membawa kaos untuk Anin kenakan.
"Mau"Anin menganggukkan kepalanya semangat.
"Lo harus sembuh dulu"kata Felix lalu melemparkan kaos ditangannya pada wajah anin.
"ih kena muka Anin tau!!"kesal anin dengan bibir manyun.
"sengaja"ucap Felix enteng lalu berjalan menuju balkon kamar Anin."sana ganti baju"suruhnya pada anin.
"Iyaa"
🌻🌻🌻
"Div,gue udah piket ya tadi pagi"ucap Keanu lalu kabur menuju parkiran.
"Gu—"ucapan Vero terpotong oleh pelototan tajam Divya.
"APA?!"sewotnya."gue apa hah?!"Divya berancang-ancang melempar penghapus papan tulis di tangannya.
"Hehehe"Vero menyengir lalu melayangkan jari tengahnya pada Ali dan Genta yang baru saja melewati mereka.
"bye bye muach"Ali melambaikan tangannya dan memberikan kiss bye jauh pada Vero yang di balas delikan oleh lelaki itu.
"Gue duluan ya beb"pamit Genta.
"Yoi"
"Ayang aku duluan ya"pamit Ali pada Divya.
KAMU SEDANG MEMBACA
FELIX RAJENDRA (END)
أدب المراهقينJudul awalnya STEPBROTHER, ku ganti 😸 Felix Rajendra. Murid laki laki yang terkenal dengan kenakalannya, selain itu ia juga terkenal karena menjabat posisi sebagai ketua Xeiver, sebuah geng motor yang beranggotakan hanya kaum laki-laki saja. Anindi...
