16. Dasar Oon

12.3K 621 28
                                        

Setelah selesai sarapan, Anin langsung menuju kamar Felix untuk mencari keberadaan botol susu miliknya.

Cklek

Felix menoleh ke arah pintu, disana ada Anin yang tengah menyembulkan kepalanya. "Anin boleh masuk?" tanya Anin meminta izin.

"Boleh"

Setelah mendapatkan izin, Anin langsung masuk kedalam kamar Felix lalu menutup pintu nya kembali.

"Ngapain?" tanya Felix.

"Anin mau ambil dot Anin yang ketinggalan sama mau ambil Kibo" ujar Anin seraya celingak-celinguk mencari keberadaan benda tersebut.

"Oh itu dia" ujar Anin dengan senang setelah menemukan barang yang dicarinya, ia lalu mengambil dot dan boneka kambing miliknya.

"Sana keluar" usir Felix.

Anin menghiraukan ucapan lelaki itu. "Abang mau kemana?" tanyanya ketika melihat penampilan Felix yang rapih.

"Main" jawab Felix singkat padat dan jelas.

"Kemana?" tanya Anin kepo.

"Markas"

"Ada temen Abang yang waktu itu main sama Anin enggak?" tanya Anin dengan sedikit antusias.

"Ada" jawab Felix malas.

"Anin mau ikut" pinta Anin dengan wajah memohon.

"Enggak!!" tolak Felix mentah-mentah.

"Anin mau ikut, mau main sama temen-temen Abang yang waktu itu"

"Sekali enggak ya enggak" tegas Felix.

"Kenapa Anin enggak boleh ikut?" tanya Anin sedih. Anin benar-benar bosan berdiam diri di rumah terus.

"Males, soalnya lo suka nangis mulu" ujar Felix sinis. "Terus Lo suka bikin gue repot!!"

"Anin janji enggak akan nangis dan enggak akan bikin Abang kerepotan " ujar Anin bersungguh-sungguh.

"Gak peduli, Lo tetep gak boleh ikut gue!" tegas Felix. Anin menatap mata Felix dengan mata berkaca-kaca.

"Tadi Anin mau ikut sundari enggak boleh, sekarang mau ikut Abang main masa enggak boleh juga" ujar Anin dengan suara bergetar.

"Sundari? What the fuck?!" Felix berujar dalam hatinya.

"Sunmori Anin, bukan Sundari" ujar Felix berusaha sabar mengahadapi segala ucapan dan tingkah laku gadis itu.

"Iyaa itu pokoknya"

"Udah lah sana keluar" usir Felix akhirnya.

Anin keluar dari kamar Felix, lalu berjalan menuju dapur untuk menemui mamahnya.

🌻🌻🌻

Felix melangkahkan kakinya menuruni tangga dengan memutar-mutar kunci motor ditangannya. "Mah, Felix pergi main ya" pamitnya pada Ratna yang sedang duduk dengan Anin di teras rumahnya. Gadis itu sedang menyusu menggunakan botol kesayangannya.

"Iya kamu hati-hati ya" ujar Ratna.

"Apa Lo?!" tanya Felix ngegas pada Anin yang terus menerus menatap nya.

"Heh!! Kamu jangan gitu dong sama Anin" ujar Ratna menasehati Felix.

"Anin mau ikut" pinta Anin pada Felix.

"Ogah"

"Anin di rumah aja ya sama mamah" bujuk Ratna.

"Enggak mau" tolak Anin. "Anin mau ikut Abang main" pintanya lagi.

FELIX RAJENDRA (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang