Author POV
Zach berdiri di depan cermin. Menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan perlahan. Pernikahan ini benar-benar membuatnya gugup. Ia berkali-kali melihat arloji di pergelangan tangannya. Lalu menatap sekeliling untuk mencari bajingan yang ia harap akan mendampinginya di saat gugup seperti ini. Siapa lagi kalau bukan Arion.
Seolah jiwa mereka terhubung, yang di harapkan muncul dengan senyum yang menenangkan Zach. Ia tau kalau sahabatnya ini gugup.
"Tenanglah." Arion menepuk-nepuk pundak Zach.
"Tuan Zach. Anda di minta untuk segera menunggu di altar." Seorang wanita menyampaikan pesan pada Zach.
"Baiklah."
Pengantin pria itu menarik jasnya sekali lagi agar rapih. Ia menatap Arion sekilas, dan pria yang ditatap itu tersenyum meyakinkan.
Zach berjalan menuju altar. Ia menemui pastor di sana. Arion berbalik dan keluar dari keramaian. Pria itu tidak tahan berlama-lama di tengah keramaian.
Suara musik mulai mengalun lembut. Arion menatap dari kejauhan, Eva berjalan dengan Ayahnya menuju Zach. Tak bisa dipungkiri, senyum tipis terbentuk tanpa sadar di bibir Arion. Ia merasa bahagia melihat sahabatnya bahagia.
"Permisi."
Arion terkejut mendapati seseorang bersamanya. Ia merasa bahwa ia sudah berada di tempat terjauh dari kerumunan.
"Ah maaf aku mengejutkan mu."
Tatapan mereka bertemu. Untuk sesaat, Arion merasa dirinya membeku di tempat.
*
*
*
Arion POV
Wanita itu-gadisku. Dia berada di sini dan kini berdiri di depan ku. Entah sejak kapan aku mengakui kalau dia adalah gadis ku.
Dress selutut ditubuhnya membuat ia terlihat benar-benar berbeda.
"Oh, halo Tuan. Kita bertemu lagi." Sapanya dengan ramah.
Dia seolah-olah lupa dengan kejadian saat di basement. Baguslah!
"Ya."
Singkat. Tapi aku benar-benar tak bermaksud untuk bersikap dingin. Semoga ia tak salah mengartikan.
Ia memutar tubuhnya menghadap Zach dan Eva yang kini sedang mengucapkan janji suci di sana. Posisinya selangkah di depanku, sedikit ke ke kiri. Membuatnya tak menghalangi pandangan ku.
Aku sudah tak lagi fokus dengan pernikahan Zach. Tapi pada gadis di hadapan ku. Aku berubah jadi manusia paling mesum di dunia hanya dengan menatap tubuhnya. Bokongnya yang padat dan bulat, tertutup dress-nya. Merasakan milikku menembus miliknya dari belakang.
Shit!!
Aku tegang. Aku ingin memukul kepala ku karena bisa-bisanya membayangkan hal tersebut. Untungnya posisi ku berdiri sedikit gelap. Ia tak kan melihat selangkangan ku yang sudah mengeras dibalik celana bahan berwarna hitam ini.
Semua tamu bertepuk tangan. Gadis itu juga. Ia sekilas menoleh ke belakang, menatap ku dan tersenyum, lalu kembali dengan semangat menatap Zach dan Eva yang kini sedang berciuman.
Aku tak tau lagi apa yang terjadi. Namun yang pasti gadis di ini masih tersenyum manis. Aku menarik diri agar kesadaran ku kembali.
Para tamu sudah diperbolehkan untuk menikmati prasmanan. Aku keluar dari gedung hotel itu dan menuju halaman belakang. Berterima kasih pada Zach karena ia menyewa gedung yang terdapat taman kecil ini sebagai penghilang stres.
KAMU SEDANG MEMBACA
We Shouldn't... [END]
RomanceAku tidak akan menyakiti mu. Tidak akan pernah. ⚠️🔞 Mature Content 🔞⚠️ 21+ Start : 20 January 2022 Finish : 23 Februari 2022
![We Shouldn't... [END]](https://img.wattpad.com/cover/298887276-64-k605534.jpg)