10. Who?

16.6K 460 2
                                        

Author POV

Ponsel Arion bergetar di atas meja kecil di samping sofa. Pria itu terbangun dan melihat bahwa gadisnya masih tertidur pulas di pelukannya. Ia meraih ponselnya dan melihat nama Mark menelepon.

Arion menerima telepon tersebut.

"Selamat siang, Tuan. Saya dan Fred sudah berada di CC."

"Tunggu di ruangan ku. Aku akan segera ke sana."

"Baik Tuan."

Arion mengakhiri panggilan tersebut. Ia meletakkan kembali ponselnya di atas meja. Setelahnya, kedua tangannya memeluk punggung Natasha. Mengelus punggung gadis itu, membuat pemilik tubuh mungil itu terbangun.

Ia tau bahwa Natasha sudah bangun.

"Morning, baby." Sapa Arion saat Natasha mendongakkan kepalanya.

Natasha masih mengumpulkan kesadaran, ia melihat cahaya matahari dari celah gorden yang menutupi kaca tebal ruang perpustakaan ini.

"Aku rasa ini sudah tidak pagi."

Mendengar jawaban Natasha, Arion terkekeh kecil.

"Haruskah kita melakukan satu ronde yang menyenangkan hari ini?" Tanya Arion dengan nada menggoda.

Natasha seolah tersadar, ia segera bangkit. Namun tubuhnya sudah lebih dulu ditahan Arion. Pria itu mendekap erat Natasha. Merasakan gundukan kenyal gadis itu menempel di dadanya, membuat miliknya yang sudah terlepas dari milik Natasha kembali mengeras.

"Ak–aku harus pergi bekerja." Natasha mencoba mendorong tubuh pria yang memeluknya, namun tentu sia-sia.

"Kau bisa meminta izin hari ini. Bersenang-senang dengan ku di sini."

Tangan Arion mengelus punggung Natasha, terus turun menuju bokong gadis itu. Ia meremas bokong bulat itu dengan cukup keras, membuat Natasha tanpa sadar mengerang.

"Bagaimana?" Tanya Arion berbisik pada Natasha.

"Ak–aku tidak tau."

Nafas mereka mulai memburu. Arion mendorong tubuh Natasha untuk memberikan tubuh mereka ruang. Tangannya mengelus pinggang ramping gadis itu. Ia memberikan kode gerakan agar Natasha mengangkat tubuhnya, membiarkan batang keras itu kembali memasuki milik Natasha.

"You're so wet, sweety." Ucap Arion meremas payudara Natasha. Gadis itu menarik turunkan tubuhnya.

Lenguhan dan desahan kembali memenuhi perpustakaan mini itu. Satu ronde yang dikatakan Arion, ternyata tidak seperti kenyataannya. Ia kembali menghujam miliknya saat mereka berada di kamar mandi. Sampai Natasha benar-benar lemas tak bertenaga.

Kegiatan mereka berakhir, Arion segera membersihkan diri dan keluar dari kamar mandi. Meninggalkan Natasha di sana. Selesai berpakaian rapih, pria itu kembali ke kamar mandi.

"Aku akan pergi bekerja. Kau bisa tinggal di sini sampai aku kembali atau kau bisa pergi saat aku belum kembali. Terima kasih untuk malam panasnya, baby."

Arion mengecup singkat bibir Natasha. Melangkah keluar, sebelumnya meninggalkan kartu akses cadangan apartemen untuk Natasha.

———

Rolls-Royce Wraith berwarna hitam itu memasuki halaman gedung Core Corporate. Arion berjalan melewati lobby dan langsung menuju lantai ruangan kantornya.

Riana, sekretaris Arion, wanita itu berdiri saat Arion menuju mejanya.

"Ada tamu untuk anda, Tuan." Ucap Riana.

We Shouldn't... [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang