Natasha POV
Aku memesan taksi dan meninggalkan tempat itu. Jantung ku masih berdegup keras. Mengingat pria brengsek yang hampir memperkosa ku dan juga pria misterius yang tak sengaja ku temui sebulan lalu di lift.
Tatapannya tajam, seolah hanya dengan tatapan itu ia bisa membunuh seseorang. Taksi yang ku tumpangi sudah sampai di tempat tujuan.
Udara dingin karena sudah mulai memasuki akhir tahun. Aku harus cepat masuk sebelum flu menyerang. Meskipun sudah hampir 10 tahun hidup di kota ini, aku benar-benar tidak bisa sepenuhnya beradaptasi dengan iklim di sini.
Setelah menekan finger print di pintu rumah, aku segera masuk dan tak lupa menghapus jejak sidik jari ku.
Rumah kecil ini adalah hadiah dari kedua orang tua ku 5 tahun lalu. Saat aku wisuda dan tak lama mendapatkan pekerjaan di sebuah perusahaan besar. Ayah pernah memberitahu ku bahwa salah satu cabang perusahaan ini ada di Indonesia.
Hhhhh..
Aku merindukan negara ku. Merindukan keramahan orang-orangnya. Merindukan makanannya dan juga merindukan orang tua ku.
Pria brengsek itu adalah senior ku di universitas. Dulu saat masih berkuliah, dia bilang suka pada ku. Tapi dengan cara sopan aku menolaknya. Dia cukup tampan, tapi saat itu aku benar-benar harus fokus pada pendidikan dan tidak ingin mengecewakan orang tua ku.
Setelah lulus dan aku bekerja, ia tak lagi menghubungi ku. Seolah ia hilang ditelan bumi. Namun setahun lalu ia tiba-tiba kembali muncul. Dan mulai mengganggu hidup ku.
Ia lagi-lagi mengatakan bahwa menyukai ku. Tapi aku meminta waktu, karena sangat tidak masuk akal tiba-tiba kami berpacaran setelah tidak berhubungan selama bertahun-tahun. Karena orang-orang pasti berubah dan aku tidak tau apa yang berubah darinya.
Kami akhirnya mencapai kesepakatan bersama untuk menjalin pertemanan sebelum aku menerimanya sebagai pasangan ku. Awalnya ia memang bersikap manis. Namun lama-kelamaan ia menunjukkan sifat aslinya.
Ia akan marah-marah jika aku tak mengangkat teleponnya karena sibuk bekerja. Dan ia akan menghancurkan barang-barang apapun yang ada dihadapannya. Setelah itu ia meminta maaf dan meminta ku mengerti bahwa ia stres akibat pekerjaannya. Lebih tepatnya ia dipecat 3 bulan lalu dan sebulan lalu ia diterima kembali bekerja.
Tapi ia kembali mengulangi hal yang sama, seperti 3 bulan lalu. Ia mulai kembali marah-marah dan menghancurkan barang-barang. Aku benar-benar lelah menghadapinya, dan hari ini aku ingin menghentikan apapun hubungan kami. Tapi aku tidak pernah menyangka bahwa ia akan berniat memperkosa ku.
Tubuh ku lelah. Menuju kamar mandi dan berendam air hangat adalah pilihan terbaik saat ini. Dan sekarang pikiran ku tertuju pada pria misterius itu. Pria yang terlihat kejam namun menawan di waktu yang bersamaan.
"Natasha? Bukankah kita punya janji malam ini?"
Suaranya masih bergema di kepala ku. Ia tau nama ku? Mungkin saat si brengsek itu mengataiku jalang. Siapa pun dia, aku benar-benar berterima kasih padanya. Aku akan membalas kebaikannya suatu saat. Sekarang, biarkan diriku beristirahat di bathtub ini.
*
*
*
Arion POV
Shit!!!
Sial!!
Sial!!!!
Aku memukul setir kemudi. Mobil ku sudah terparkir di halaman depan Mansion mewah yang jarang sekali ku datangi karena terlalu luas. Tempat ini sudah seperti tempat tinggal para pekerja yang mengabdikan diri kepada ku.
KAMU SEDANG MEMBACA
We Shouldn't... [END]
RomansaAku tidak akan menyakiti mu. Tidak akan pernah. ⚠️🔞 Mature Content 🔞⚠️ 21+ Start : 20 January 2022 Finish : 23 Februari 2022
![We Shouldn't... [END]](https://img.wattpad.com/cover/298887276-64-k605534.jpg)