Author POV
"Apa semua ini menyenangkan bagi mu, Luca Matteo?"
Arion merasa oksigen di paru-parunya seketika menghilang, membuat dadanya tiba-tiba sesak.
"Menyenangkan bagi mu menyimpan identitas asli mu kan? Menyenangkan saat melihat wanita bodoh ini berhasil masuk ke perangkap mu. Iya kan?"
Arion merasa emosinya sudah hampir memuncak, tapi ia harus mengendalikan diri.
"Natasha, apa yang kau katakan?"
Pria itu menegakkan tubuhnya dan melangkah mendekati Natasha, gadis itu mundur.
"Ada apa? Apa yang terjadi pada mu?"
"Kapan kau akan mengatakan kejujuran padaku?"
"Kejujuran? Kejujuran apa, sweety?"
Natasha merogoh handbag nya. Ia mengeluarkan sebuah foto.
"Kau membunuhnya kan?"
Arion melangkah maju, kali ini Natasha tidak mundur. Pria itu meraih foto di tangan Natasha.
"Aku tidak mengenalnya."
"Jangan bohong pada ku!" Suara Natasha tanpa sadar meninggi.
Arion menatap lekat foto tersebut. Seorang pria terkapar mati dengan tengkorak kepalanya berlubang akibat peluru.
"Aku tidak berbohong. Aku benar-benar tidak mengenalnya."
Pria itu berhasil memegang tangan Natasha. Ia menarik tubuh gadis itu dan memeluknya erat. Natasha memberontak namun Arion tak melepaskan pelukannya.
"Itu Ayah ku. Pria yang kau bunuh itu Ayah ku, Arion."
"Aku bersumpah, bukan aku yang membunuhnya." Arion masih menyangkalnya.
Gadis itu sudah cukup tenang. Arion melonggarkan pelukannya. Jempolnya mengusap lembut air mata di pipi Natasha. Dan seolah lupa dengan kemarahan yang tadi sempat membara, Natasha kini menatap pria menawan di hadapannya itu.
"Siapa yang mengatakan pada mu tentang berita ini?" Tanya Arion dengan lembut.
Natasha menggelengkan kepalanya tak ingin menjawab.
"Jangan takut pada ku, Natasha. Kau sudah mengenal ku."
Gadis itu masih diam. Arion mengangkat dagu Natasha, tatapan mata mereka bertemu.
"Katakan pada ku, siapa yang berhasil meracuni pikiran mu bahwa aku membunuh Ayah mu?"
Arion berbicara dengan jarak yang sangat dekat. Natasha dapat menghirup aroma mint dari mulut Arion.
"Hmm? Jangan takut pada ku, baby."
Arion memajukan wajahnya. Bibirnya menyentuh bibir Natasha. Melumat bibir itu, membuat nafasnya jadi tidak teratur.
"Haruskah kita bercinta di ruangan ini agar kau mengatakan siapa orang itu?" Tanya Arion melepas ciumannya.
Mendengar ucapan Arion, Natasha menggelengkan kepalanya.
"Seseorang menelepon ku saat kau pergi."
"Seseorang? Siapa?"
"Aku tidak tau siapa. Dia mengatakan bahwa aku mendapatkan sebuah paket di meja resepsionis. Jadi aku turun dan mengambilnya. Sebuah amplop coklat, berisi foto itu."
Arion melihat gadis itu menangis lagi.
"Aku.. Aku harus pulang ke Indonesia. Aku harus bertemu Ibu ku."
KAMU SEDANG MEMBACA
We Shouldn't... [END]
RomanceAku tidak akan menyakiti mu. Tidak akan pernah. ⚠️🔞 Mature Content 🔞⚠️ 21+ Start : 20 January 2022 Finish : 23 Februari 2022
![We Shouldn't... [END]](https://img.wattpad.com/cover/298887276-64-k605534.jpg)