Natasha POV
"Sebelumnya aku ingin meminta maaf jika mengatakan sesuatu yang membuatmu sakit hati."
Aku duduk di sofa ruang TV. Apartemen ini benar-benar tidak seperti apartemen yang biasa ku lihat. Pria itu memodifikasi ruangan kosong menjadi bagian-bagian kecil yang ku rasa lebih bermanfaat.
"Tidak masalah. Tidak apa-apa."
Ia meletakkan kaleng bir di atas meja kecil yang ada di samping sofa.
"Aku baru bertemu dengan apartemen yang seperti ini. Kau membuatnya jadi terlihat berbeda."
"Ya begitulah."
Arion duduk di atas karpet bulu. Ia membuka sekaleng bir dan meminumnya.
"Kau adalah tamu wanita pertama yang ku terima di sini." Ucap Arion membuat ku bertanya-tanya.
"Pertama?"
"Ya. Pertama. Aku tidak pernah membiarkan seorang perempuan masuk ke sini."
"Lalu aku?"
"Ku rasa kau adalah sebuah pengecualian."
"Pengecualian? Untuk?"
"Menghabiskan malam-malam panjang yang panas di sini, mungkin?"
Mendengar kata-katanya, tubuhku benar-benar beraksi berlebihan. Ia menyadari kaki ku yang bergerak sedikit gelisah. Karena sejujurnya aku sedikit tidak nyaman dengan celana dalam yang sudah lembab.
"K-kau tinggal sendirian di sini?"
Bagus. Aku berhasil menanyakan sesuatu. Setidaknya itu membuat ku mengalihkan perhatian dari pikiran kotorku sendiri.
Arion mengangguk kecil sebagai jawaban.
"Aku punya kakak perempuan. Tapi dia sudah berkeluarga."
"Oh. Orang tua mu?"
Lagi.
Aku merasa sesaat bahwa Arion berubah menjadi orang lain. Namun kali ini ia bisa mengendalikan diri. Arion meletakkan kaleng bir yang sudah habis setengah di lantai, lalu beranjak untuk duduk di sofa bersama ku.
"Daripada berbicara, aku lebih suka mendengarkan mulut manis mu ini mendesah."
Aku terkejut dengan ucapannya. Bahkan sebelum aku sempat bereaksi apapun, tubuhnya kini sudah berada di atas ku.
"Bagaimana, baby? Apa kau ingin bermain secara lembut? Atau kau ingin esok beristirahat seharian?"
Ia mulai menciumi leher dan telinga ku, dimana bagian itu adalah titik sensitif yang membuat ku tanpa sadar mendesah saat lidahnya menjilati area tersebut.
Tanpa aba-aba, Arion merobek gaun hitam yang ku gunakan. Kini tubuhku terpampang jelas hanya mengenakan bra dan celana dalam. Tatapannya benar-benar lapar seolah sedang berburu dan mendapatkan hasil yang di inginkan.
Bibirnya mulai mencium bibir ku. Perlahan lembut dan semakin menuntut. Kedua tangannya meremas payudara ku dari luar bra. Dengan sedikit tergesa, ia meraih kaitan bra di punggung ku dan membuang benda malang itu. Tangannya juga turun ke celana dalam ku dan kini aku tak memakai apapun.
Ciumannya turun ke leher ku. Ia meninggalkan jejak di sana. Terus turun dan berhenti di dua gundukan ku. Aku bahkan tidak sadar kapan ia melepaskan pakaiannya.
*
*
*
Arion POV
Aku memandang takjub melihat tubuh gadis ini. Tatapannya sayu dan terkesan pasrah untuk apa yang akan ku lakukan selanjutnya. Aku yakin ia masih sedikit terpengaruh dengan alkohol.
KAMU SEDANG MEMBACA
We Shouldn't... [END]
RomansaAku tidak akan menyakiti mu. Tidak akan pernah. ⚠️🔞 Mature Content 🔞⚠️ 21+ Start : 20 January 2022 Finish : 23 Februari 2022
![We Shouldn't... [END]](https://img.wattpad.com/cover/298887276-64-k605534.jpg)