Hal yang sebagian orang, bahkan kebanyakan orang menantikan hal ini. Dimana waktu menunjukkan kemana kah langkah yang akan dijalani selanjutnya. ~AJAK AKU MENUJUH JANNAH
HAPPY READING ♥♥♥
*****
Senyum begitu mengembang saat yang ku nanti selama sebulan lebih tiga minggu ini. Kelulusan suatu yang mendebarkan didalan hati aku saat nanti aku dipanggil. Apalagi nanti juga ada pengumuman siswi terbaik saat angkatanku ini.
Acara dimulai sekitar pukul 8 pagi hari ini. Aku yang dirias oleh bunda membayangkan ketika kepala sekolah memindahkan letak tali pada topi toga.
"Anak bunda kenapa, senyum-senyum gitu, hemm?." tanya bunda yang merapihkan hijab yang aku kenakan.
"Eh, enggak kenapa-kenapa, cuman bayangin aja nanti waktu wisudah. Ai gerogi bunda, ai gerogi saat nanti naik panggung." tutur ku sedikit menghembuskan nafas kasar. Bunda hanya tersenyum manis dan mengelus puncak kepala ku.
Semua sudah siap dan kita lagi duduk di ruang tamu. Kita belum berangkat ke gedung acara, karna kita masih menunggu satu orang.
"Akbar..., sudah belum? Lama sekali kamu, ngapain aja sih." teriak abang memenuhi seisi rumah.
"Bang, berisik tau ih, samperin aja jangan triak-triak." kata ku masih menutup telinga yang sedikit sakit karna teriakannya.
"Udah gak usah disamperin tuh, anaknya sudah muncul bang." ujar abi yang melihat dia turun tangga.
"Apa sih bang berisik tau gak, pelan-pelankan bisa."
Ye..., malah dia yang mengomel sekarang. Seharusnya kita kan yang mengomel karna menunggu dia bersiapnya lama.
"Udah yuk nanti telat bagai mana?, kelas ai majunya lumayan awal." lerai ku yang melihat jarum jam menunjukkan pukul 7 lewat 10 menit.
"Siap buk bos..." ujar abang dan akbar berbarengan. Kita semua sudah berada didalam mobil, dan menuju ketempat acara.
Butuh waktu yang lumayan, biar sampai ketempat acaranya. Sekarang aku dan keluargaku sudah berada di hotel tempat acara.
Disana sudah lumayan ramai dengan keluarga para siswi yang akan di wisudah. Gedung wisudah dibedakan, laki-laki berada di gedung sebelah kiri, kalau perempuannya sebelah kanan. Aku melangkah dengan bunda disamping ku, abi dan akbar berada tepat dibelakang kita. Bang harun izin ke toilet tadi, jadinya di menyusul masuknya.
Tempat duduk para wisudawati dan para wali murit, di bedakan. Barisan depan untuk wisudawati dan barisan belakang untuk para wali murit.
Aku yang sudah berada di aula langsung menghampiri para sahabatku.
"Assalamualaikum...," ucap ku dari samping rere.
"Wa..., alaikumsalam..., nana..." ujar mereka serempak. Aku yang ditriakin hanya tersenyum simpul kepada mereka.
"Masyaallah..., naaaa, kamu cantik banget sih, make uo sendiri apa kesalon kamu?." rentetan pertanyaan dari aisyah yang langsung ditodongkan ke aku.
"Kalau nanya itu yang sabar, biarin aku duduk dulu, masak dateng-dateng udah di todong gitu."
"Eh iya-iya, maaf na hehehe, abisnya aku pengen tau by siapa make up kamu hari ini." aku sudah duduk di tempatku, kebetulan depan aku pas adalah rere dan depan rere sedikit kiri tempat duduknya aisyah.
"Jadi? Kamu dimake up in, siapa na? Aku jadi ikut-ikutan aisyah ni." tanya rere, dengan posisi mereka menghadap kearahku.
"Make up nya itu by bunda, kalau kesalon takut menor, jadinya aku minta tolong deh kebunda. Alhamdulillah sih, kalau kata kalian sentuhan jemari bunda hasilnya cantik."
KAMU SEDANG MEMBACA
AJAK AKU MENUJU JANNAH
Teen FictionCerita anak remaja yang memiliki nama yang begitu indah yaitu zaina putri ar-raikhan. Dia sangat menjaga keimanannya,sampai suatu hari ia merasakan rasa yang sebenarnya tak pantas ia miliki,sebelum menjadi mahram lelaki tersebut."Ya allah kenapa deg...
