PERKULIAHAN

11 1 0
                                        

Kembali mencari ilmu dengan iklas dan istiqamah. Mencari dunia baru dengan orang-orang baru dilingkungan yang baru pula.~AJAK AKU MENUJUH JANNAH

HAPPY READING ♥♥♥

*****

Zaina POV

Setelah 2bulan sesudah kelulusan, hari ini adalah pertama masuk dalam perkampusan.

Belum masuk sepenuhnya, aku baru lihat-lihat kampus yang sudah aku pilih. Kampus ini sangat terkenal di surabaya, dan alhamdulillah nya lagi aku sekampus sama aisyah. Tapi sayang tidak sekampus dengan rere, rere kuliah di malang dia harus ikut suaminya.

Kalian pasti terkejut dalam hati pasti berucap, 'udah nikah aja rere' iyakan?,hehehe.

Jadi satu hari setelah kelulusan waktu itu, rere langsung melaksanakan akad. Rencana udah jauh-jauh hari, teman sekelas kita juga kaget sama kayak kalian. Rere ternyata galak-galak, ngebet nikah, kata mereka gitu,hahaha aneh-aneh aja emang mereka. Aku dan aisyah biasa saja, karna satu minggu sebelum akad kita juga bantu-bantu uminya rere.

Aku gak nyangka jalan hidup manusia itu penuh dengan kejutan. Padahal dulu kita ber tiga pernah bilang kalau kita bakal kuliah bareng. Namun sayang rere harus berbeda jalan, karna rere sudah memiliki seseorang yang harus dipatuhi, yaitu suaminya rere.

"Assalamu'alikum, permisi..." salam itu berhasil menyadarkan aku dari lamunan.

"Aem, waa-wa, waalaikumsalam..." jawab ku sedikit gugup.

"Sorry ya mbk, gua udah ngagetin ya."

"Emhm, Astagfirullahal halazim..." kata ku refleks karna mata kita tak sengaja bertatapan lama. Aku tak mengenal pria didepanku saat ini, rasa takut timbul dalam hati. Memang sedikit lebai padahal situasi di situ lumayan ramai. Tapi aku hanya takut, takut timbul fitnah dari setan.

"Emmm, kenapa istigfar? Emang gua mirip setan ya mbk?." kalimat itu yang muncul ketika aku mengucapkan istigfar.

"Enggak kok mas, saya istigfar karna tadi kita sempat bertatap mata." jelas ku jujur dan masih menundukkan kepala menghadap bawah.

"Auhhh, emang dosa natap mata doang?." tanya nya dan hanya aku balas dengan anggukan.

"Maaf ya mas, maksud mas kemari apa yah?." tanya ku tanpa babibu, dan bertele-tele.

"Ouh, iyah, gua cuman mau nanya ruang adminitrasi dimana ya?. Gua maba baru soalnya, gua juga bukan orang sini. Jadi masih bingung mbak sama dena kampus, gua juga belum pernah keliling sama sekali. Kalau boleh minta tolong? Bisa kasih tau gua enggak dimana tempatnya." jelas dia panjang kali lebar kali tinggi.

Aku yang sedari tadi mendengarkan kalimat demi kalimat yang keluar, tanpa menimpali nya. Hanya menunggu dia selesai bicara dan sedikit tersenyum. Dan mungkin dia bisa melihat senyumku karna aku sedang tidak menggunakan niqab. Sekadar info, aku masih belajar menggunakan niqab jadi lepas pasang.

*Autor: "zaina..., kok malah cerita niqab sih!"
Zaina: "hihi, ya sorry tor..."

Aku hanya menjelaskan letak ruangan itu dibagian mananya. Tadinya ia ingin aku yang mengantarnya namun aku tolak dengan sopan. Dan insyaallah, ia paham akan penjelasan aku.
Sekarang aku berjalan sendiri mencari sahabatku ketempat yang sudah di beritahukan. Di gedung c, dimana dia sedang menemui abangnya. Aku sebenarnya malas kalau harus berhadapan dengan beliau. Karna jika aku bertemu dengannya maka itu tidak baik untuk jantungku.

"Na...." teriakan orang itu dan melambaikan tangannya ke arahku.

"Assalamu'alaikum..." ucap ku ketika sudah sampai di antara percakapan mereka.

AJAK AKU MENUJU JANNAHCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang