Part ini spesial loh, jadi..., kalian jangan terlewatkan ya guys...,dan ini adalah part lanjutan dari part sebelumnya.
Enjoy too reading...
HAPPY READING ♥♥♥
*****
Autor POV
Di lantai bawah semua menyiapkan makanan dari makanan ringan,makanan berat, dan pencuci mulut, tertata rapih diatas meja makan.
Sedangkan di lantai atas, dua gadis itu tetap asik dengan aktifitas make up nya. Namun saat selanjutnya, zaina merasa haus, dan diputuskan ia harus turun untuk mengambil minuman dibawah. Aisyah masih tengah asik dengan olesan demi olesan yang ia lakukan kepada mukanya.
Saat zaina sudah berada di area dapur, zaina mulai bingung siapa yang akan datang. Kok tumben keluarganya menyiapkan makanan sedemikian rupa.
"Bun... Yang mau datang siapa sih bun? Kok kayak penting banget deh." ujar zaina yang berdiri disamping bunda dengan memegangi botol minum yang di ambil dari lemari es.
"Calon suami mu..." ujar bunda singkat, namun bikin zaina terkejut. Zaina yang terkejut langsung menoleh pada bunda, dengan tatapan sedikit tak menerima lelucpn dari bunda.
"Bunda.... Tidak lucu bercandanya, daripada ai di bercandain mulu, mending ai ke kamar lagi aja deh." timpalnya dengan tidak menggubris perkataan bunda barusan.
Zaina kembali kelantai atas, saat mau sampai, dia ngedumel sendiri, karna perkataan bundanya. Dia mendudukan tubuhnya pada tempat yang tadi ia tempatin.
"Sya...." panggilnya yang berhasil mengalihkan pandangan aisyah, langaung kesumber suara.
"Kenapa na?, kok kayak betek gitu mukanya."
"Gak papa kok syah, cuman sedikit betek aja, masak bunda bercandanya gak lucu tadi."
"Emang kenapa?" keponya yang langsung mengubah posisi duduknya untuk menghadap zaina.
"Yakan aku nanya kebunda kan, ' yang datang siapa sih bun, kok sepertinya penting banget' gitu. Ehhh, bunda malah jawab apa cobak...." kalimatnya sengaja digantungin agar lawan bicaranya bertanya kembali.
"Jawab apa sih na?, kok kayak kamu gak suka gitu."
"Masak, bunda malah jawab, 'Calon suami mu...', kan gak lucu bercandanya berlebihan gak sih."
"Yakalau allah emang datengin calon suami mu bagaimana?, masak kamu mau marah sama bunda. Kan bunda juga hanya menyeletuk saja, ingin menggoda mu, tidak usah seperti ini ah." katanya yang masih memoleskan Eyeliner dikelopak matanya.
"Iya juga sih syah, mungkin bunda hanya menyeletuk saja." ujarnya membenarkan perkataan sahabatnya ini.
Setelah beberapa menit berikutnya mereka sudah siap dengan make up ala mereka. Lalu mereka memilih gaun dari dalam lemari zaina, karna zaina yang memintanya, agar aisyah ganti baju miliknya saja. Zaina mengenakan gaun warna pink pastel dengan hijab yang senada. Masyaallah sangat terlihat cantik sekali zaina, dan aisyah pun mengenakan gaun yang serupa namun lebih simpel dan berwarna mocca. Mereka terlihat subhanallah sekali, yang cewek aja kalau melihat suka apa lagi yang cowok.
Mereka berfoto ria, memenuhi galeri benda pipih milik zaina. Mereka senang, bisa menghabiskan waktu seperti ini,namun lebih senang jika ada rere juga disini.
"Syah... Kangen rere deh, dia lagi apa ya?, nih ya kalau ada dia disini pasti dia yang gak mau pakek aneh-aneh. Dan kita pasti yang turun tangan memoles wajah cantiknya itu, terus kalau sudah dia pasti kesal, karna bagi dia, ini bukan dirinya banget, yahkan." ujarnya dengan mengemasi alat make up dan aisyah yang sibuk berfoto. Meskipun dia sibuk berfoto dia masih mendengar apa kata zaina tadi.
KAMU SEDANG MEMBACA
AJAK AKU MENUJU JANNAH
Fiksi RemajaCerita anak remaja yang memiliki nama yang begitu indah yaitu zaina putri ar-raikhan. Dia sangat menjaga keimanannya,sampai suatu hari ia merasakan rasa yang sebenarnya tak pantas ia miliki,sebelum menjadi mahram lelaki tersebut."Ya allah kenapa deg...
