KEHILANGAN

20 0 0
                                        

Kehilangan, mungkin kata itu yang dapat mewakili perasaan kita,atas apa yang sudah terjadi. ~ AJAK AKU MENUJU JANNAH ♥♥♥

HAPPY READING ♥♥♥

*****

Zaina POV

Setelah acara tunangan tadi, aku dan keluargaku merasa senang, dan sudah memulai persiapan pernikahan. Aku memandangi jari yang tersematkan cincin ondah disana.

Seulas senyum terbit dari bibirku, setiap kali memandang cincin itu, aku selalu tersenyum, padahal baru tadi benda itu melingkar.

"Na," panggil seseorang itu yang berhasil memhuyarkan lamunanku.

"Kenapa?" tanyaku kepada orang yang melihat kearahku, dengan intens.

Lalu tiba-tiba gadis itu tersenyum manis kearahku. "Gak papa, aku cuman mau habisin waktu sebelum kamu jadi istri aja."

"Astagfirullahhhhh, aku kira ada apa aisyah, gemar sekali membuat ku deg-degan." omelku pada gadis yang selalu datang dengan intonasi nada yang seakan-akan ia membawakan berita buruk saja.

"Na, senjanya cantik, senja istimewah kan na hari ini?."

Aku mengangguk, dan menatapnya lekat, "Senja istimewa di tanggal 20 ini berbeda syah, senja kali ini aku nikmati dengan gelar, sebagai tunangan seorang pria."

"Maksud kamu?" tanyanya dengan menatap pada arah ku tak mengerti.

Aku tertawa kecil lalu membenrkan duduk ku, agar menghadap kearahnya. " Aku suka menanti senja, menikmati senja di tanggal 20 syah, entah kenapa senjanya sangat cantik. Tapi aku suka juga dengan senja di tanggal-tanggak lainya, yang penting dia senja."

"Kalau aku gimana?" tanya orang yang tiba-tiba bergabung dengan kita, dan itu berhasil menyita pandangan kita, karna pertanyaan nya barusan.

"Cieeeee, kilii iki gimini?" ujarnya dengan mengejek sang abang, namun sang abang hanya tersenyum.

"Gimana?" tanyanya lagi dengan kepala yang ia miringkan menghadapku.

Aku tersenyum, sekilas mendongakan kepala kearahnya, namun dengan cepat kualihkan kepada senja. "Kalau kamu nanti ya, setelah kamu ucapkan ijab qabul untuk ku." dengan kepala menunduk, dan tak henti-hentinya tersenyum.

"Lebih baik aisyah pergi aja deh, daripada harus melihat ke uwuwan ini." katanya yang ingin hendak pergi dari tempatnya, namun aku berhasil menahannya.

"Kalau kamu pergi, nanti timbul fitnah di antara kita berdua syah. Ajak aku juga pergi dari sini, biar gak terjadi fitnah nantinya." ujarku yang ikut berdiri disampingnya, dan akan beranjak pergi dari tempat ini.

"Kalian disini aja, biar aku aja yang pergi, biar gak ada fitnah yang tercipta." ujarnya dengan menahan kami tanpa menyentuh kami berdua. Aku melihatnya dengan rasa bersalah, mungkin perkataanku tadi membuatnya merasa terusir.

"Maaf...," ujarku dan langsung dilihat oleh sang pria.

"Kenapa?, kenapa minta maaf?" ujarnya bingung.

"Bukan maksud aku untuk mengusir,kamu dari sini, sahanya menghindari hal buruk yang akan terjadi, itu saja kok."

"Gak papa, aku gak ngerasa ke usir kok, lagian kamu benar ai...,"

AJAK AKU MENUJU JANNAHCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang