"Kok pulang telat? gak izin lagi? buat papi khawatir aja bisanya!" Fajri hanya nyengir dengan wajah melas andalannya.
"Pake nyengir lagi! jawab dari mana kamu?" Ricky menjewer telinga Fajri dengan agak keras, tetapi anak itu malah tertawa dengan sedikit ringisan.
"Ahahah Aaww, i_iya Pi, aji dari rumah soni!" Menggosok telinganya yang memerah akibat tangan besar ricky, fajri mengerucutkan bibirnya dan menatap ricky melas.
"Apa kamu gitu-gitu, mau papi jewer lagi hah? kebiasaan pulang sekolah bukannya pulang malah kemana-mana tanpa izin!"
Mulailah omelan panjang yang masuk telinga kanan keluar dari kiri itu terdengar yang pada akhirnya akan selalu sama.
"Mandi sana, abis itu makan malam!"
Fajri bersyukur mempunyai papi yang usianya hanya terpaut 14 tahun dengannya, ricky selalu mengerti perasaannya layaknya seorang ibu, menjaganya ketika sakit dan mengomelinya seperti anak yang di marahi ibunya ketika telat pulang sekolah.
"Makasih ya Pi! Aji sayang sama papi!" Fajri mendekati ricky yang berdiri tak jauh dari anak tangga, tetapi pria itu malah mundur dan menjauh dengan ekspresi aneh.
"Mandi Fajri! jangan coba-coba dekati papi dengan pakain dekilmu itu!"
"Hahaha! yaudah aji mandi dulu Papi!"
Fajri memang memakai jersey basketnya, tadi sehabis latihan dia sempatin ke rumah farhan dan lanjut tanding basket di sana.
Memasuki kamar bernuansa biru tua itu dengan senyum di bibirnya, tak pernah berhenti berdoa jika dia hanya ingin Papi ricky sayang padanya.
"Minggu depan si Papi nikah, dia masih bisa manjain gue gak ya?"
"Takut banget kalau dia lebih sayang sama istri barunya, atau lebih parah dia bakal banding-bandingin gue sama si fenly curut itu! Iih serem!"
"FAJRI MANDI!"
Dia tuh suka heran sama papi, dia kan cowo terus dapet kekuatan emak-emak dari mana? biasanya kan seorang ibu yang bakal tahu kalau anaknya di suruh mandi pasti nanti dulu.
"IYA PIII!"
Setelah menyimpan tasnya di atas meja belajar akhirnya fajri memutuskan untuk mandi, lagian dia sudah sangat lapar.
Ricky duduk di kursi meja makan dengan ponsel yang menampilkan layar panggilan video dengan calon istrinya.
"Pi udah makan?" Ricky menutup panggilan itu lalu menyimpannya di saku celana, menatap fajri yang baru saja duduk di kursi seberangnya.
"Belum, kita makan makan dulu ya! abis isya kita ke rumah umi abi ya!"
"Loh, ada apa Pi?"
Ricky tersenyum, menarik piring dan mengisinya dengan nasi, begitupun fajri yang mulai mengambil nasi dan lauk pauk yang tersedia.
"Papi mau minta izin, pernikahan papi kan tinggal beberapa hari lagi!"
Fajri mengangguk meneruskan makan tanpa pembicaraan lagi, selain ricky mengajarkannya untuk tidak bicara, dirinya juga meyakini jika bicara saat makan akan menyebabkan kenyang yang kurang enak.
"Pi, Papi yakin kan sama tante andin?"
"Maksud kamu gimana?"
"Aji cuma nggak mau, papi nikahin tante andin cuma buat aku, kasian dia kalau papi masih belum move on dari masa lalu!"
Ricky tak melunturkan senyumnya sama sekali, mengusap kepala putra semata wayangnya yang sudah remaja, ternyata didikannya berhasil tanpa campur tangan seorang istri.
KAMU SEDANG MEMBACA
FAJRI || UN1TY
Fiksi RemajaMasih adakah tempat untuknya di sini? *pranormal #1 fenly (10-16 juli 2022) #1Brothersick (1 juni - 9 juli 2022) #4 Brothersick (10-16 juli 2022) #30 Fajri (10-16 juli 2022) #12 UN1TY (26 juli 2022-
