Sesuai dengan permintaan sang kekasihnya Sana, hari ini Mark akan meminta maaf pada Dahyun karna persoalan yang mengakibatkan kaki Dahyun harus digips dan berjalan harus menggunakan tongkat.
Kini Mark sudah tiba didepan sebuah cafe yang tak lain adalah cafe dari adik kelasnya Dahyun. Mark sendiri sebenarnya tidak ingin meminta maaf atas perbuatannya, hanya saja Sana yang mendesaknya.
"Kalau bukan karna Sana, mana mau gua minta maaf sama Lo" batin Mark kemudian memutuskan untuk memasuki cafe tersebut
Sementara itu didalam cafe, Chaeyoung yang sedang melayani pengunjung tiba-tiba saja harus menoleh kebelakang untuk melihat laki-laki yang berdehem dibelakangnya, raut wajah yang tadinya tersenyum kini berubah datar. Ya, Chaeyoung tidak menyukai kehadiran Mark dicafe Dahyun setelah apa yang dibuat oleh laki-laki itu terhadap sahabatnya.
"Buat apa Lo kesini?" NChaeyoung bertanya dengan nada suara sedikit meninggi dan langsung pada intinya.
Mark dibuat heran saat melihat sisi Chaeyoung yang sangat berbeda daripada saat orientasi dulu, walaupun ini kali kedua setelah malam itu dilapangan futsal, tetap saja Chaeyoung membuat Mark salah menilai sosok laki-laki bertubuh mungil itu.
"Gua mau bertemu Dahyun, gua mau minta maaf atas kejadian malam itu dilapangan fut-"
Chaeyoung memotong ucapan Mark "Maaf?" Chaeyoung berjalan satu langkah kearah Mark "Trus Lo berharap Dahyun bakal maafin Lo? Gak semudah itu, kalau nyawa dibayar nyawa maka patah tulang harus dibayar dengan patah tulang juga"
"Gua lagi gak mood untuk berantem, gua tanya Dahyun dimana?"
"Hyun?"
"Hyun?" Panggil Mark celingak-celinguk
"Bodoh, sampai suara Lo habis Dahyun gak bakal jawab karna dia gak ada disini" jawab Chaeyoung lalu berjalan kearah barista
Mark mengepalkan tangannya, tapi dia harus menahan emosinya karna saat ini suasana cafe Dahyun sedang banyak pengunjung "Bocil kurang ajar, gua harus telfon Sana nanya Dahyun dimana" batin Mark lalu keluar dari cafe Dahyun
Ditempat lain, dirumah megah milik keluarga Kim terlihat Dahyun yang tampak kesusahan untuk berjalan, ditambah lagi kamar yang berada dilantai atas membuat laki-laki bermata monolid itu semakin kesusahan harus naik dan menuruni tangga.
Untung saja ada bi Dara, asisten rumah tangga keluarga Kim. Wanita paruh baya itu senantiasa membantu anak majikannya dengan senang hati dan hati-hati tentunya.
"Aden, pasti bosan kan dirumah terus"
"Kok bibi tau, apa jangan-jangan kita jodoh?"
"Bisa aja Aden mah" ucap bi Dara tersenyum malu seraya memukul beberapa kali lengan Dahyun
"Aduh, sakit bi"
"Eh maaf den, bibi lupa heheh"
Dahyun memutar bola matanya sejenak sebelum berbicara kembali "Bi, kaki Dahyun tuh terasa gatal-gatal pengen loncat-loncat"
"Haish.. Aden jangan ngadi-ngadi, ntar kalau kakinya udah sembuh baru boleh kaya gitu"
Dahyun tersenyum mendengar ucapan wanita paruh baya yang sedang membantunya saat ini, bi Dara memang selalu menanggapi perkataan Dahyun dengan serius.
KAMU SEDANG MEMBACA
Friendzone
Roman d'amour"Sahabatku-Cintaku" 🥇 #1 - saida [04-03-22] 🥉 #3 - 2yeon [13-04-22] 🥉 #3 - tzuyu [20-04-22] 🥇 #1 - mihyun [27-08-22] 🥇 #1 - dahyun [05-09-22] 🥉 #3 - Mina [16-09-22] 🥇 #1 - jitzu [19-05-23] 🥇 #1 - sana [19-08-23]
