28. CEMBURU [1/2]
Pulang dari sekolah, Rania sudah meminta izin pada Rages untuk pergi bersama Arisha, tumben sekali cowok itu mau memberikan izin, padahal biasanya udah nunggu di parkiran sekolah dengan tatapan elangnya.
Rania dan Arisha mengganti seragam mereka dengan baju kaos dan celana training. Kini keduanya tengah duduk di trotoar sambil meminum air mineral. Mereka merasa lelah, padahal jogging baru setengah jam. Namanya juga jarang olahraga, jadi ya mudah capek.
"Sha, rumah lo di mana sih?" tanya Rania pada Arisha.
Arisha tersentak, lalu menoleh ke arah Rania. "Rumah gue ada dua, tapi yang gue tempati di perumahan sebelah."
"Hah? Deket dong berarti, kenapa lo gak bilang sama gue?" Rania menatap sinis Arisha.
"Lo nggak nanya," jawab Arisha enteng.
Rania mendengus sebal. "Bunuh orang dosa gak sih?"
Arisha terkekeh. "Eum, gimana kalau kita mampir rumah gue bentar?"
Rania melotot. "Ngapain?"
"Kebetulan di rumah gue lagi banyak cemilan."
"Serius lo? Ayo!"
"Hilih, giliran cemilan aja gercep amat lo."
"Sekalian nonton yuk, Sha."
"Banyak maunya lo maemunah."
***
Basecamp sejak tadi sudah dipenuhi dengan canda tawa Rian dan Rafa, kedua cowok itu tak henti-hentinya bertingkah absurd, membuat Rages dan Revi malas ikut bergabung. Karena candaan Rian dan Rafa itu jauh di luar nalar, walau ada beberapa anak Refour yang ikut-ikutan.
Seperti sekarang, kedua cowok itu sedang dance sambil bernyanyi mengikuti lagu dari salah satu band terkenal di Korea Selatan, dengan beberapa anggota Refour yang melengkapi. Walau menari dengan cengiran aneh, tetapi tak menutup kemungkinan bahwa mereka terlihat keren dan lincah seperti boygrup Korsel. Hanya saja suara mereka yang membuat gendang telinga ingin pecah seketika.
Shimmi shimmi ko ko bop~
I think i like it~
Naaaaa nanananananana~
Naaaaa nananananana~
"Heh! Itu lagu Power, Yan, bukan Ko Ko Bop!" sentak Rafa kesal sendiri karena dengan tiba-tiba Rian mengubah lagu yang sudah dihayati oleh Rafa.
Rian mengerutkan keningnya, seperti ada yang salah. "Bukan Power, bego! Tapi Love Shot," kata Rian sambil membentuk jarinya seperti pistol.
Rafa menepuk dahinya. "Yaampun, gue lupa! Kayaknya mulai sekarang gue harus sering-sering nyanyiin lagu mereka."
"Lagu BTS woi sesekali, EXO mulu!" seru Aji ingin mengambil alih. Sedang Bemo hanya mengangguk setuju, mereka berdua benar-benar sudah seperti adik kakak.
"Apaan, lebih bagus lagu Bigbang," ujar yang lain tak mau kalah.
"Jangan ada yang war, woi, elahhh. Di mix aja lagunya, sini gue edit!"
Ucapan salah satu dari anggota Refour membuat mereka mengangguk dengan semangat. Kemudian cowok itu mulai mengedit lagu-lagu K-pop di HP Rian. Butuh waktu sekitar lima belas menit untuk mengedit. Setelah semua lagu disatukan, barulah cowok itu memutarkan lagunya.
Bukannya melakukan dance, mereka semua menatap cowok tadi dengan tatapan membunuh, ingin menyerang saat ini juga.
"Apa-apaan ini, Junet? Kagak nyambung lagunya, anjing. Sembarang edit ya, lo?!” teriak Rian pada Juna—pelaku edit mengedit. Malah berakhir dengan Juna yang menjadi sasaran kejar-kejaran, hingga basecamp semakin terlihat kacau.
KAMU SEDANG MEMBACA
RAGES
Novela Juvenil𝙍𝙀𝙁𝙊𝙐𝙍 : "SIAPA YANG BERANI GANGGU, MAKA AKAN SELALU KITA INCAR!" *** "REFOUR itu geng yang paling ditakuti di wilayah sini, apalagi Rages Yogaswara si ketua yang nggak pernah ngebedain mau cewek atau cowok, semuanya disikat habis sama dia." R...
