9. COWOK ANEH
Setelah mengantar Rania ke UKS, Revi melangkah dengan cepat menuju kelasnya. Rian dan Rafa pun panik dibuatnya, mereka tahu apa yang akan terjadi nanti, keduanya mengejar Revi sebelum cowok itu berbuat hal di luar kendali.
Brak!
Revi membuka pintu kelas dengan keras hingga membuat semua penghuni kelas terkejut. Dengan tatapan dinginnya Revi melangkah menuju bangku yang terletak di pojok kanan paling belakang, dia langsung menarik kerah seragam sahabatnya sendiri.
"Lo udah kelewatan, Rages!" bentak Revi mampu membuat semua orang bungkam mendengar dan melihatnya.
Sedang Rages membuang muka, tidak ingin membalas tatapan Revi.
Revi menghempaskan badan tegap Rages dengan keras membuat cowok itu dengan pasrahnya terlempar mengenai dinding kelas. Dengan gerakan cepat Revi memberikan pukulan tepat di wajah Rages, darah segar mengalir dari sudut bibir cowok itu.
Rages memang pantas mendapatkannya setelah apa yang diperbuat oleh cowok itu.
Rages mengusap ujung bibirnya, tetapi tak membalas perlakuan Revi. Dia tahu, sahabatnya yang satu itu pasti akan marah besar bila ada seseorang yang menyakiti seorang perempuan. Rages sudah hafal dengan kebiasaan sahabat-sahabatnya, termasuk Revi.
Revi akan menghajar siapa pun yang berani berlaku kasar pada perempuan, tak terkecuali sahabatnya sendiri.
"Biasa aja kali, Rev." Rages memperbaiki letak seragamnya.
"Tapi gak seharusnya lo kasar sama dia!" Revi memukul meja belajar di depannya dengan keras.
Rian dan Rafa tak bisa berkutik kalau sudah melihat Revi mengamuk. Seorang Revi, kalau sudah marah pasti akan lupa dengan orang yang tengah dilawannya, dia bisa menghabisi orang itu dengan mudah. Jika Rages dan Revi sudah berduel, maka pergelutan itu tidak akan ada habisnya karena mereka imbang.
"Kenapa? Lo tertarik sama dia?" tanya Rages menatap serius pada Revi.
"Lo tahu Ges, gue nggak suka liat cewek dikasarin." Revi menundukkan kepala, menahan sesak di dadanya. Cowok yang biasanya malas ngomong itu, akan luntur ketika membela perempuan, dia akan mengeluarkan semua yang ada di pikirannya.
Revi adalah tipe cowok yang malas membahas hal-hal yang tidak berguna, itu sebabnya dia jarang berbicara. Tetapi apabila dalam keadaan serius, dia akan mengeluarkan semua argumennya. Juga akan membela orang-orang tak bersalah yang ditindas.
"Dia ganggu ketenangan gue," tegas Rages dengan rahang yang sudah mengeras.
"Lo harus minta maaf sama dia." Revi kembali menarik kerah seragam Rages.
Rages menyentak tangan Revi dengan keras. "Gak sudi gue minta maaf sama cewek sok berani itu!"
"Dan apa lo lupa kalau Rania target REFOUR?" lanjut Rages.
"Cara lo salah, bego!" balas Revi kembali meninju wajah Rages.
Suasana kelas semakin mencekam, semua menatap keributan yang mereka buat tanpa berkedip, sebagian cewek di kelas pun sudah bergetar melihat betapa seramnya kedua cowok itu.
Rafa menatap Rian seperti memberikan kode pada temannya yang satu itu, Rian menganggukkan kepala mengerti. Rafa menahan tubuh Revi, sedang Rian menahan tubuh Rages sekuat tenaga, agar keduanya bisa menghentikan aksi gila mereka.
"Jadi gini aja. Revi, mending lo gantiin Arisha buat jagain Rania di UKS," jelas Rian dibalas anggukan sekali oleh Revi walau dada cowok itu masih kembang kempis menahan emosi.
KAMU SEDANG MEMBACA
RAGES
Teen Fiction𝙍𝙀𝙁𝙊𝙐𝙍 : "SIAPA YANG BERANI GANGGU, MAKA AKAN SELALU KITA INCAR!" *** "REFOUR itu geng yang paling ditakuti di wilayah sini, apalagi Rages Yogaswara si ketua yang nggak pernah ngebedain mau cewek atau cowok, semuanya disikat habis sama dia." R...
