Masih di hari yang sama Winan sedang menutup cafe tempat kerjanya dan di bantu oleh rekan satu shift nya yang bernama Elisa.
"Sorry ya Win tadi gue masuk kerjanya agak telat, pasti tadi rame banget." Kata Elisa merasa tidak enak.
"Engga kok malah sepi banget, cuman pas jam 7 malem mulai rame, tapi santai aja udah biasa ini." Jawab Winan sambil mengunci pintu cafe.
"Makasih ya Win, eh btw muka lo kenapa Win?" Tanya Elisa yang dari tadi memperhatikan wajah Winan.
"Biasalah, ehh iya tumben jam segini kok pacar lo belum jemput lo? Lo pulang sendiri?" Tanya Winan.
"Gue dijemput kok tapi katanya agak telat dikit kesininya." Jawab Elisa.
"Oh gitu."
"Win lo laper ga? Beli burger yuk tenang gue yang bayarin, sekalian nunggu pacar gue dateng." Tawar Elisa.
"Boleh, tapi yang exstra jumbo ya." Winan ngelunjak.
"Yaudah ayo sekalian ngilangin rasa bersalah gue ke lo yang barusan."
"Oke deh biar gue yang pesen." Kata Winan.
"Pak bikin burger dua ya, yang satu exstra jumbo, yang satu lagi yang biasa aja."
"Oke silahkan di tunggu."
"Ehh Win, btw lo masih kerja di tempat Madam ga?" Tanya Elisa.
"Engga, emang kenapa?." Jawab Winan.
"Beneran udah ga kerja sama Madam?" Tanya Elisa tak yakin.
"Beneran, emang kenapa?" Tanya Winan penasaran.
"Madam sekarang lagi di cari sama Polisi Win."
"Hah?! Tau dari mana lo?" Kaget Winan.
"Ayah gue kebetulan Polisi Win dan di tugasin buat nangkep pengedar Narkoba, gue ga sengaja denger obrolan Ayah gue sama temennya, dan ternyata Madam juga termasuk, gue tau Madam karna Ayah gue lagi pegang fotonya." Jawab Elisa sambil mengambil Burgernya yang sudah jadi, dan memberikan yang satunya ke Winan.
"Makasih infonya bermanfaat banget, untung aja gue udah keluar dari tempat gelap itu."
"Untung bangetlah, tapi ya kalau kata gue mending lo gausah masuk lagi ke dunia yang gitu bahaya."
"Lagi proses kok keluar dari dunia itu doain aja ya."
"Pasti Win, kalau gitu gue pulang duluan ya pacar gue nunggu gue di pertigaan katanya, gue harus jalan dikit, lo gapapakan gue tinggal disini?"
"Gapapa santai aja gue juga mau ke supermaket takutnya udah tutup."
"Oke deh kalau gitu gue duluan ya." Elisa pun berjalan meninggalkan Winan.
"Oke makasih juga Elisa info sama Burgernya." Teriak Winan.
Winanpun berjalan menuju ke Minimarket, dan saat Winan sudah membeli kebutuhannya, tiba tiba Winan tak sengaja bertemu dengan teman sekampus nya.
"Winan." Panggil Karina.
"Lo lagi lo lagi." Winan mendelik sebal dan berjalan tanpa menghiraukan Karina.
"Win tunggu dulu kenapa sih!" Karina pun menghalangi jalan Winan untuk kedua kalinya.
"Gue buru buru, minggir ga lo!"
"Gue mau ngomong sama lo ini penting!" Ucap Karina sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Winan.
"Penting apaan? Bukan urusan gue ini, udah sana minggir! Gue lagi buru buru tau ga?!" Winan pun menyingkirkan Karina dari hadapannya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Business Friend
Teen FictionPertemuan yang kurang mengenakan bagi Winter membuat dirinya membenci Karina, namun meskipun Karina tau kalau dirinya di benci Winter, Karina terpaksa memaksa untuk meminjam jasa nya dan membayar Winter untuk menjadi rekan bisnisnya. Gxg Bahasa Non...