Malam harinya pukul dua belas malam Ryujin dan Lia menghampiri Karina di hotelnya.
Ting nong, Suara bel dari pintu hotel Karina.
"Kalian? Sini masuk masuk." Kata Karina yang baru bangun tidur.
"Maaf Rin jadi ganggu istirahat lo, gimana jadi ga rencana lo?" Tanya Ryujin.
"Gapapa ihh, jadi lah masa engga." Jawab Karina sambil menggucek matanya.
"Yaudah mending langsung aja ke intinya biar cepet." Lanjut Lia.
"Oke jadi gini Rin gue udah telepon Winter tentang dia butuh asisten dan dia setuju gue yang cariin, gimana kalau besok lo tunggu disini atau ga dirumah Lia sampai Winter pulang dari kota sebelah, gapapakan?" Ucap Ryujin.
"Kirain gue Winter lagi ga diluar kota." Jawab Karina.
"Rutinitas dia kalau libur pasti ke pedesaan katanya biar ga ngirup polusi terus." Balas Ryujin.
"Yaudah mending kalian tidur disini temenin gue, besok gue udah chekout jadi habis chekout kita bisa langsung pulang ke rumah Lia." Saran Karina.
"Siap Bu bos." Jawab Lia setuju.
Keesokan harinya di pedesaan Winter sedang berjalan menunggu jemputan, dan saat ada mobil jemputan datang, Winter diam sejenak dan melihat Jeno bersama Haewon sedang memasuki Villa bekas ia tempati.
"Gue curiga sama meraka berdua, mereka berduaan terus, istrinya si Karina kemana?" Gumam Winter.
"Non barang barang udah saya masukin ke bagasi, mau pergi sekarang?" Tanya seorang supir.
"Ohh iya maaf pak, kita pergi sekarang aja." Jawab Winter yang langsung masuk ke dalam mobil.
"Baik non."
Tiga jam berlalu akhirnya Winter sampai di apartmentnya, saat memasuki apartmentnya Winter merasa stress kembali karna melihat apartmentnya yang sangat berantakan.
"Aduh lupa kenapa ga ikut ke rumah Ryujin aja sih, percuma gue liburan ke desa balik kesini stress lagi." Gumam Winter frustasi.
"Gue telepon Ryujin aja kali ya katanya mau bawain gue Art."
"Hallo Ryu dimana? Gue udah dirumah, mana asisten yang lo cariin? Sekarang aja bisa ga, gue stres liat apartment gue berantakan gini apa lagi kamar gue"
"Sabar Jon gue lagi otw ke lo nih, mending lo istirahatin badan lo dikamar yang sering gue pake engga berantakan kok"
"Oke deh gue mau tidur dulu, kalau Art nya udah sampe suruh langsung bersihin aja ya sama atas atasnya"
"Iya bacot amat lo, dah ya gue lagi nyetir bye!"
Tutt... Ryujin mematikan telepon.
"Udah ah gue mau tidur cape." Gumam Winter langsung menuju kamar yang sering di pakai Ryujin.
Didalam sebuah mobil ada seseorang yang tegang karna akan bertemu orang tersayangnya yang sudah pergi beberapa bulan yang lalu.
"Kenapa Rin tegang amat." Tanya Lia lalu tertawa.
"Ga nyangka aja gue bakal ketemu Winter lagi, gue kira kita gaakan ketemu." Jawab Karina tersenyum tipis.
"Rin kalau lo udah ga cape lo bisa langsung bersihin apartmentnya ya, soalnya kalau masih belum beres, Winter bisa ngamuk." Celetuk Ryujin.

KAMU SEDANG MEMBACA
Business Friend
Teen FictionPertemuan yang kurang mengenakan bagi Winter membuat dirinya membenci Karina, namun meskipun Karina tau kalau dirinya di benci Winter, Karina terpaksa memaksa untuk meminjam jasa nya dan membayar Winter untuk menjadi rekan bisnisnya. Gxg Bahasa Non...