Setengah jam kemudian, Yujin sudah kembali ke Kampus dan membantu mengobati luka Winter.
"Jin pelan pelan ih sakit." Ringis Winter.
"Maaf Win, habis lo sih mentang mentang bisa berantem apa apa main hajar, emang gabisa gitu ngomong baik baik." Jawab Yujin.
"Gabisa! Gue orangnya ga suka sama yang banyak omong."
"Songong lo!" Kata Yujin lalu menekan luka Winter.
Merasa kesakitan Winter pun melempar Yujin menggunakan botol kosong.
"Yujin sakit! Sini lo, gue pukul juga lo!" Kesal Winter.
"Ih galak."
"Udah jangan bercanda terus, tuh kasian si Minju nungguin di parkiran." Kata Ryujin.
"Ehh iya bener, kalau gitu gue pamit dulu ya." Yujin pun pergi meninggalkan Winter dan Ryujin.
"Masih mau di obatin pake es ga Win?" Tanya Ryujin.
"Gausah ah malah nambah sakit, biarin aja nanti juga sembuh." Jawab Winter.
"Yaudah sekarang pake salep dulu aja Win."
"Salep apa lagi? Udah ah gausah " Tolak Winter.
"Bandel lo! Udah dikit aja habis itu udah." Paksa Ryujin.
"Terserah lo deh, pelan pelan tapi ngolesnya."
Dari kejauhan Karina melihat Winter dan Ryujin begitu dekat, karna penasaran Karina pun langsung menghampiri Winter dan Ryujin.
"Winter!" Teriak Karina.
"K-karina? Anjir Ryu udah di salepnya udah, cepet!" Kata Winter panik.
"Santai Win, kalau lo ga santai nanti Karina curiga loh." Jawab Ryujin tenang.
"Ohh iya bener." Balas Winter yang langsung berlaga tidak terjadi apa apa.
"Heh! Kalian ngapain?" Tanya Karina penasaran.
"Ga ngapa ngapain, emang aku tadi ngapain?" Jawab Winter.
"Terus tadi kamu ngapai deket banget sama Ryujin, sampe Ryujin pegang pipi kamu segala." Balas Karina sebal.
"Ohh itu mah si Ryujin lagi bantuin gue tiupin mata, soalnya mata gue tadi kelilipan." Jawab Winter berbohong.
"Mana sini liat?" Karinapun langsung mengecek mata Winter yang ke lilipan.
"Terus ini pelipis kamu merah gini kenapa?" Tanya Karina.
"Gatel habis di garuk jadi merah, udah ah ayo pulang."
"Yaudah ayo, kirain aku kamu kenapa." Ucap Karina lega.
"Gapapa kok." Jawab Winter tersenyum.
"Ryu gue balik duluan ya, makasih."
"Okey Win hati hati." Jawab Ryujin.
"Duluan ya Ryu." Kata Karina.
"Iya Rin hati hati ya."
Sepulang dari Kampus Winter dan Karina pun mampir ke tempat makan, setelah Winter dan Karina beres makan, mereka berdua pergi ke taman untuk menghabiskan waktu berdua.
"Win tiba tiba perut aku sakit." Kata Karina sambil memegang perutnya.
"Lo sih tadi makan terlalu pedes jadikan sakit perut." Jawab Winter lalu mengelus perut Karina.
"Lepas ah jangan pegang pegang."
"Ehh iya maaf, tadi cuman mau bantu elus doang bair ga sakit, gaada maksud lain kok gue."

KAMU SEDANG MEMBACA
Business Friend
Teen FictionPertemuan yang kurang mengenakan bagi Winter membuat dirinya membenci Karina, namun meskipun Karina tau kalau dirinya di benci Winter, Karina terpaksa memaksa untuk meminjam jasa nya dan membayar Winter untuk menjadi rekan bisnisnya. Gxg Bahasa Non...