tiga lima

420 36 2
                                    

Satu bulan kemudian di hari sabtu, Winter terbangun dari tidurnya dan bersiap siap pergi ke toko kue untuk membuat kue ulang tahun Karina.

"Permisi mbak saya Winter yang waktu itu bilang di telepon mau bikin kue disini." Ucap Winter ramah.

"Ohh iya silahkan langsung ke dapur aja, udah di tungguin kok." Jawab pegawai ramah.

"Terima kasih mbak."

"Mari saya antar."

"Permisi Bu, orang yang sudah buat janji dengan ibu sudah datang."

"Ohh iya sini masuk, kita langsung buat aja."

"Ahh iya Bu terima kasih, sebelumnya saya pingin bikin kue ulang tahun buat pacar saya, tapi saya gabisa buatnya, sebenernya sih bisa langsung beli aja ya Bu, tapi karna hari ini hari spesial, jadi saya pingin buatin kue nya khusus buat ulang tahun pacar saya." Ucap Winter sedikit malu.

"Terditeksi anda sangat menyayangi pasangan ada ya, karna usaha anda bikin hati saya tersentuh, saya akan membantu anda untuk membuat kue sebagus mungkin dan seenak mungkin." Jawab sang pembuat kue.

"Aduh jadi malu, makasih ya Bu." Kata Winter teripuh malu.

"Sama sama, ayo kita mulai." Ajak Ibu pembuat kue.

Setelah dua jam membuat kue, Winter langsung mengirimkan kue ulang tahun tersebut ketempat ulang tahun.

Setelah dua jam membuat kue, Winter langsung mengirimkan kue ulang tahun tersebut ketempat ulang tahun

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sesudah membuat kue ulang tahun dan mengantarkan kuenya, Winter langsung mengajak Karina jalan jalan.

Ting nong. Suara bel rumah Karina berbunyi.

"Ehh Winter sini masuk dulu." ucap Bunda Karina ramah.

"Makasih Bunda, Karinanya ada ga Bun?" Tanya Winter.

"Ada dikamarnya lagi siap siap, kamu tunggu aja. Ehh iya Win kamu udah siapin semuanya kan buat Karina?" Tanya Bunda penasaran.

"Udah Bun beres, tinggal satu lagi hadiahnya makannya sekarang Karina harus di ajak jalan dulu." Jawab Winter.

"Yaudah tunggu, bentar lagi juga Karina dateng." Balas Bunda tersenyum.

Benar kata Bunda tak lama kemudian Karina datang dengan aura yang berbeda, dan tentu saja di hari ini Karina lebih terlihat cantik.

"Hai Win." Sapa Karina.

"Buset cantik banget, mau kemana sih dia? Harus banget ya cantik?" Batin Winter yang takut Karina di goda oleh orang lain.

"Nah anaknya dateng, Karina pulangnya langsung ke hotel aja ya biar gausah bolak balik, jadi nanti langsung siap siap disana." Ucap sang Bunda.

"Iya Bunda, yaudah ayo Win." Karina pun pergi terlebih dahulu keluar.

"Kalau gitu saya pergi dulu ya Bunda, permisi." Kata Winter.

"Rin, kita naik motor aja ya gapapakan?" Kata Winter langsung memasangkan helm ke kepala Karina.

Business FriendTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang