tiga satu

424 37 0
                                    

Winter🤍

"Karina gue udah sampe apart"

"Gue juga udah ganti baju dan lain sebagainnya"

"Gue diajak main PS nih sama Ningning boleh ga? Soalnya disini rame banget mau tidur juga"

"Disini ada Ningning, Ryujin sama Yujin"

"Kalau boleh sukur, kalau gaboleh gue paksain tidur"

"Lo udah tidur?"

"Yaudah deh Good Night❤"

Karina

"Bagus deh kalau udah sampe, kalau kata aku langsung tidur gausah bergadang gimana? Gapapakan"

"Maaf baru bales habis dari air tadi"

Winter🤍

"Iya gapapa, ini gue langsung tidur"

"Lo juga langsung tidur ya"

Karina

"Iya Winter sayang"

"Good Night, inget langsung tidur!"

"Love you❤"

Winter🤍

"Iya siap Ibu Negara Good Night."

"Ih kebiasaan deh tuh anak setiap gue bilang love you pasti gitu mulu, udah ah ngantuk gue mau tidur." Gumam Karina lalu tidur.

Keesokan harinya di apartment Winter, Winter lebih bangun awal dibanding sahabat sahabatnya, dan langsung membuatkan susu dan mulai merokok di balkon.

"Gue nyari duit tambahan gimana ya? Duit mulai tipis si Doyeon belum transfer duit ke gue, atau jual aja mobilnya ke orang lain? Ahh engga deh tunggu si Doyeon aja." Gumam Winter.

"Pagi Bitch." Celetuk Yujin.

"Udah bangun lo?" Tanya Winter.

"Udah, gue bagi ya susunya." Ucap Yuijin.

"Sok aja." Jawab Winter.

"Semalem lo kemana? Tumben kerja pulangnya malem banget." Tanya Yujin penasaran.

"Bukan kerja, kemarin gue jalan sama Karina." Jawab Winter sambil membuang asap rokok.

"Eww bucin." Ledek Yujin.

"Kaya yang engga aja lo, ngaca lo ngaca." Jawab Winter lalu mengacak ngacak rambur Yujin.

"Aww sakit." Ringis Yujin.

"Ehh lo kenapa? Maaf gue cumam bercanda." Ujar Winter hawatir.

"Gue kemarim habis berantem Win." Kata Yujin yang membuat Winter terkejut.

"Hah? Sama siapa? Coba gue liat." Jawab Winter hawatir lalu memeriksa wajah yujin.

"Anjir gue baru sadar muka lo lebam gini, sama siapa lo berantemnya?" Tanya Winter penasaran.

"Biasalah maling, tapi kemarin malem malingnya banyakan jadi gue lawanya kewalahan, untung gue bareng si Ryujin jadi ga terlalu kewalahan." Jawab Yujin.

Business FriendTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang