Winter dan Karina pun sedang ada di perjalanan pulang menuju apartment Winter, Selama diperjalanan tidak ada percakapan yang dilontarkan oleh mereka berdua.
Merekapun sampai di apartment Winter.
"Rin tunggu di mobil ya, gue mau ambil kunci mobil lo." Ucap Winter.
"Gue ga boleh ikut?" Tanya Karina.
"Mau ikut? Nanti lo pulang kemaleman." Jawab Winter.
"Kan gue di ant- Ohh iya gausah deh gue diem disini aja." Balas Karina lalu terdiam.
Winter yang kasihan melihat ekspresi Karina langsung mengajak Karina ke apartmentnya.
"Ayo turun, kita makan lo belum makan kan, ayo." Ajak Winter.
"Beneran? Yaudah ayo." Jawab Karina senang.
"Ayo."
Karina pun masuk ke dalam apartment milik Winter dan melihat isi apartmentnya.
"Lo tinggal berdua?" Tanya Karina.
"Iya sama Ningning lo gatau? Kirain gue lo tau." Balas Winter.
"Enak banget banget jadi Ningning." Gumam Karina masih melihat lihat ruangannya.
"Maksud lo?" Tanya Winter bingung.
"Engga kok engga hehe, lo bikin apa?" Tanya Karina.
"Bikin ramen, lo duduk aja dulu."
"Oke. Disini banyaknya barang Ningning ya?"
"Kok tau?"
"Nebak aja." Jawabnya.
"Yaudah tuh dimakan dulu ramenya." Ucap Winter.
"Makasih Winter."
"Sama sama."
Setelah beres makan, Winter pergi mengantarkan Karina pulang ke rumahnya.
"Makasih ya Win udah anterin gue pulang, harusnya lo gausah anterin gue jadikan lo pulangnya jalan." Kata Karina.
"Gapapa karna gue gamau liat lo nyetir malem malem kaya gini Rin, kalau ada Bunda lo tolong bilangin ke Bunda, salam dari Winter anak buah yang baik hati dan tidak sombong, cepetan balik ke Cafe biar bisa makan omelette buatan gue gitu. Gue balik dulu ya goodnight." Winter pun melembaikan tangannya lalu tersenyum dan berjalan meninggalkan Karina.
"Gabisa gue gabisa jauh jauh dari Winter gue harus gimana." Gumam Karina sedih.
Keesokan harinya di Kampus Winter berjalan bersama Yujin menuju kelasnya, dan tak sengaja berpapasan dengan Karina, Winter yang melihat Karina hanya tersenyum dan tak menyapa Karina.
Karina yang juga melihat Winter ingin menyapanya namun tidak berani.
"Wint-"
"Kenapa Rin?" Tanya Giselle.
"Gapapa Sel." Jawab Karina dengan ekspresi sedih.
"Bohong banget muka lo keliatan sedih gitu, ada apa?"
"Perjanjian gue sama Winter udah beres Sel." Jawab Karina sedih.
"Winter? Si Winan? Ohh jadi lo sedih karna itu, gausah sedih lo kan bisa temenan." Ujar Giselle yang menggosok pundak Karina perlahan.
"Kalau gue punya perasaan sama Winter salah ga sih Sel? Gue ngerasa waktu perjanjian gue sama Winter udahan gitu aja, Winter langsung beda sama gue, dia ga punya perasaan ya sama gue? Kayanya guenya aja deh yang kepedean karna ekspetasi gue ke Winter bakal balik suka sama gue." Katanya dengan matanya yang berkaca kaca.

KAMU SEDANG MEMBACA
Business Friend
Ficção AdolescentePertemuan yang kurang mengenakan bagi Winter membuat dirinya membenci Karina, namun meskipun Karina tau kalau dirinya di benci Winter, Karina terpaksa memaksa untuk meminjam jasa nya dan membayar Winter untuk menjadi rekan bisnisnya. Gxg Bahasa Non...