Andra pun mandi, setelah selesai dia keluar dari shower dan terkejut melihat Jason masih ada di sini, walau sudah berganti baju, dia melirik ke arah Andra.
"Kenapa belum pulang ?" Tanya Andra dengan bahasa isyarat. Jason terdiam.
"Lo tahu tentang mereka berdua dari mana ?" Tanyanya, karena Andra terbilang murid baru.
"Dari Daniel, mereka katanya melakukan juga ke Putra! Lo tahu kan dia ?" Jawab Andra, Jason tertegun.
"Apa yang dilakukan mereka ?" Tanya Jason. Andra menatap Jason.
"Memperkosanya !" Bisik Andra. Jason terkejut. Dia sering melihat Putra sering di bully, padahal dia keponakan dari wakil kepala sekolah. Jason mendengar gosip juga kalau Putra itu ... gay !
"Kamu takut ?" Tanya Andra.
"Ah, engga kok! Hanya ingin tahu, lo kan anak baru kok bisa tahu mereka !" Jason bangun dan mengambil tas lalu pergi, Andra hanya menatapnya saja. Dia pun berganti baju dan keluar untuk pulang.
Andra berjalan menuju luar, dia masih memikirkan dua lelaki tadi. Daniel pernah cerita tentang mereka dan juga Putra juga. Andra menghela hafas dan memutuskan untuk pulang.
--------------
Pov Jason
Gue engga menyangka kalau mereka seperti itu, ah sudahlah. Apa gue takut? Enak aja. Gue kan cowok. Kok sepi? Apa semua udah pulang ya? Ah sudah, gue balik saja.
Jason pun menuju luar sekolah, dia melihat jam tangannya dan sebuah mobil mendekat.
"Kenapa terlambat ?" Tanya Jason kepada sopir pribadi yang selalu antar jemput.
"Maaf den, kan jam segini di jemputnya? Aden kan mau extrakulikuler dulu !" Jawab sopirnya yang merasa tak bersalah.
"Ya udah, ayo pulang !" Jason pun masuk mobil, sang sopir pun menjalankan mobilnya.
"Kapan mama pulang ?" Tanya Jason.
"Kalau engga salah, minggu depan! Saya di suruh nyonya jemput di bandara !" Jawab sopirnya, Jason hanya terdiam menatap ke luar jendela.
Sejak berumur 10 tahin, kedua orang tuanya memutuskan berpisah setelah mamanya memergoki papanya selingkuh dengan seorang perempuan. Mamanya marah besar dan meminta bercerai, untungnya mamanya sudah berbisnis juga jadi tidak kesulitan ketika berpisah. Jason lebih memilih tinggal bersama mamanya. Jason sendiri punya seorang kakak perempuan yang kini kuliah di Australia.
Sampai saat ini mamanya tidak menikah lagi, walau begitu Jason sering mendengar gosip kalau mamanya suka brondong muda, sebagai pemuas kesepiannya. Hal itu membuat Jason tak percaya tapi tak menyalahkan mamanya. Karena mamanya pernah berkata kalau papanya bisa mencari perempuan muda, maka dia pun bisa. Dia tak mau ikut turut campur walau benar.
Tiba-tiba ponselnya berdering, ketika dilihat ternyata itu dari mamanya.
"Hallo ?"
"Jason? Ini mama sayang! Bagaimana sekolahmu? Mama akan pulang minggu depan! Soalnya kerjaan mama di Singapura belum selesai !" Ujar mamanya di telpon, Jason seperti mendengar suara aneh dan juga lelaki ?
"Jason! Kamu dengar mama ?"
"Eh iya ma, dengar kok !"
"Oh, kamu mau apa? nanti mama belikan !"
"Engga usah ma !"
"Beneran? Tumben !" Katanya mamanya heran.
"Sungguhan ma !"
"Ya sudah sampai nanti! By sayang !"
"By ma !" Jawab Jason, dan melempar ponselnya kesal ke kursi samping. Sopirnya hanya menggeleng kepala, kasihan sebenarnya sama tuan mudanya.
Jason tiba di rumah, langsung naik ke atas, ke kamarnya lalu membaringkan tubuhnya ke tempat tidur. Tak lama bangun dan ke kamar mandi, ada luka kecil di ujung bibirnya bekas di pukul oleh dua preman sekolah. Dia mengambil obat dan kemudian mengobatinya, sedikit meringis karena perih.
Tanpa sadar dia teringat sentuhan Andra di bibirnya, dia terkejut.
"Shit! Apa sih yang gue pikirkan !" Dia meremas rambutnya. Sejak kejadian di Mos lalu membuatnya tak bisa berfikir jernih apa yang dilakukannya kepada Andra.
Jason bukanya belum pacaran dengan perempuan, tahun lalu dia pernah ngedate dengan seorang cewek walau tidak lama. Mereka berpisah begitu saja. Dia mengikuti bela diri, semata-mata untuk menjaga diri, tak di duga malah bertemu dengan Andra.
Dia pun keluar kamar mandi dan berbaring kembali di tempat tidur dan tampa sadar tertidur pulas sampai pagi. Jason terbangun dan menuju kamar mandi berganti dengan baju seragam, hari ini ada extrakulikuler lagi yaitu musik, Jason memilih piano, yang di kuasainya sejak kecil.
Dia menatap cermin dan tersenyum lukanya sudah hilang, bila ada maka akan menjadi berita besar bagi teman-temannya. Setelah itu turun ke bawah untuk sarapan.
"Den, kemarin tidak makan malam ?" Tanya pembantunya.
"Engga bi, tapi sudah makan di kantin sekolah kok !" Jawab Jason.
"Bibi takut aden sakit !" Ujar pembantunya khawatir.
Bi Narsih sudah di anggap Jason orang tua kedua, sejak mama nya bercerai dan sibuk dengan pekerjaannya.
"Engga kok bi, tenang saja !" Jawab Jason tersenyum.
Setelah sarapan, Jason pun berangkat ke sekolah. Setelah sampai dia turun dan bertemu dengan teman-teman yang lain. Tanpa di duga dia melihat Andra sedang mengobrol akrab dengan seorang cewek cantik.
"Gila beruntung banget dia !" Ujar temannya.
"Dia kan tak bisa bicara, kok bisa menggaet tuh cewek !"
"Emang siapa ?" Tanya Jason, kedua temannya menatap tak percaya.
"Lo engga tahu tuh cewek ?" Jason menggeleng.
"Anjir, lo kemana aja! Dia Arisa tahu !" Teman menepuk pundak Jason.
"Oh, Arisa! Eh tunggu ... bukannya dia deket sama Bima ?" Jason baru ngeh tentang cewek itu. Kedua temannya tertegun dan mengangguk.
"Jadi Andra itu, hanya sekedar teman doang dong !" Ujar Jason tersenyum.
"Emang kalau temenan kenapa? Lo seneng banget kayaknya ?"
"Engga, lo tahu kan ka Bima itu seperti apa? Kasihan tahu Andra nanti !" Jason menatap kedua temannya yang terdiam.
"Tapi, katanya Andra punya kakak, Daniel namanya kalau engga salah! Mereka berdua dulu rival atau musuh terberat Bima !" Ujar temannya, Jason terdiam.
"Teng ... teng ...!"
Bel masuk pun berbunyi, Jason dan teman-teman bergegas ke kelas. Jason menatap Andra dari bangku belakang, tapi kemudian kembali fokus menatap guru yang sedang menjelaskan pelajaran.
"Anak-anak, minggu depan ada tugas buat makalah! Tak perlu banyak cukup dua orang satu kelompok! Ibu akan memilihnya untuk jadi teman kelompok !" Ucap ibu guru dan memilih dari absen secara acak.
"Kelompok selanjutnya ... tunggu sebentar! Andra dan Jason !" Nah itu kelompok terakhir !" Ucapnya semua terkejut, terutama Aksan yang duduk bersebelahan dengan Andra.
"Teng ... teng ... !"
Bel berbunyi tanda pelajaran berakhir, setelah memberi salam ibu guru keluar dan diikuti murid lain untuk istirahat. Jason hendak mendekati Andra tapi tidak jadi karena ada Aksan dan lainnya. Dan memutuskan ke kantin.
Tiba-tiba ada yang menarik tangannya dan itu ternyata ... dua preman sekolah.
"Ikut gue jangan membantah !" Ancam salah satunya, dengan sangat terpaksa Jason mengikutinya dan di bawa ke belakang sekolah yang sepi. Dan tanpa di duga Eric mendorong tubuhnya dengan cukup keras ke dinding.
"Kalian maunya apa sih ?" Tanya Jason sedikit kesakitan.
"Lo mau tahu ?" Tanya Ibra dengan senyum seringai dan mengeluarkan ponselnya, mata Jason melotot tak berkedip ketika melihat video di ponsel itu....
Bersambung ....
KAMU SEDANG MEMBACA
ANDRA & DANIEL
Roman d'amourSpin off dari DASEP SI TUKANG PIJIT ... Kisah Andra dan Daniel ... Andra remaja yang memang mempunyai kekurangan tapi itu tidak membuat dia rendah diri justru menjadi kuat, aktif dan pintar ... Daniel berwajah indo, jago olah raga dan playboy siapa...
