POV PUTRA (Warning, adegan dewasa ...😊)
Rian mulai mengulum, dari kepala hingga setengah batangnya yang memang besar dan panjang itu. Setelah itu menjilatinya seperti es krim. Suara desahan dan erangan, terdengar dari mulut mr Jack.
"Oh ... yeah ...sshhh ... !" Pinggulnya mulai di gerakan naik turun, tangannya yang kekar dan berbulu mulai meremas rambut Rian. Aku menelan ludah. Rian sangat lihai, dia tidak merasa enek atau apa pun itu, justru dengan lahap dia mempermainkan batang kontol mr Jack.
"Oooohhh ... kamu sangat pintar sayang !" Teriaknya, untuk beberapa saat Rian melakukan itu, tangannya merayap ke kaos ketat milik mr Jack dan menariknya ke atas, sehingga perut dan dadanya terlihat, oh my ... seksi juga mr Jack! Perutnya sixpack dan berbulu halus, begitu pun dadanya yang kekar berotot. Tanpa sadar tanganku meremas tonjolan penisku.
Mr Jack sepertinya mengerti dia membuka kaos itu, dia kini bertelanjang dada. Rian menghentikan kulumannya dan melorotkan celana pendek ketat itu kebawah, dan mr Jack sudah telanjang bulat.
Ketika Rian hendak bersimpuh lagi, Mr Jack bangun dan menariknya kepangkuannya lagi, sambil menarik kaos Rian dan keduanya berciuman dengan sangat hot, tangan Rian melingkar di leher mr Jack. Sementara tangan lelaki itu meremas pantat Rian yang sekel abis.
"Ooohhh ... mister Jack !" Erangnya ketika mr Jack mulai menciumi lehernya dan kemudian ke dadanya dia menghisap puting merah Rian, dia menggelinjang dan mendesah serta merintih.
"Ooohhhh ... terus sayang !" Erangnya, kemudian dia mendorong Rian untuk berdiri dan kemudian melorotkan celana ketat juga ke bawah hingga telanjang, tangannya yang besar menyentuh kemaluan Rian yang memang tidak besar dan panjang. Tak lama mr Jack berdiri dan menunggingkan Rian ke kursi, kini pantat semok Rian terlihat jelas, mr Jack mulai bermain di area itu. Dari menjilati sampai meremas dan memukulnya.
"Oh yeah ... babby ... seksi sekali !" Ujar mr Jack, satu jarinya masuk ke dalam lubang anusnya. Dan mulai menggerakan jarinya keluar masuk.
"Oooohhh .., sayang ... itu enak sekali !" Jerit Rian, mendesah dan merintih, tak cukup satu, kini dua jarinya di masukan. Sementara tangan satu lagi meremas kontolnya semakin memerah.
Setelah puas, mr Jack berdiri dan Rian membalik tubuhnya dan kini duduk menghadap kejantanan mr Jack. Dan tanpa ba bi bu lagi langsung melahap benda besar dan panjang berurat itu.
"Ooooohhhh ... yeah babby ...!" Erangnya pantatnya maju mundur memasuki mulur Rian. Setelah itu mr Jack duduk lagi di kursi dan Rian berdiri di hadapannya dan tangannya menggenggam kontol mr Jack dan memandunya memasuki lubang anusnya. Shit ... aku menelan ludah, penisku sudah keluar dari sarangnya, dan tanganku mulai mengocoknya.
"AAAAAHHHH .... !" Jerit Rian matanya terbelalak ketika benda itu memasukinya.
"OOOOOHHHH ..... bbbaabbyyy ... itu enak sekali !" Erang keras dari mr Jack, untuk sesaat, keduanya berciuman, tangan Rian memeluk erat leher mr Jack, tangan lelaki itu meremas pantat Rian dan mulai menggerakan pinggulnya, tak lama erangan dari keduanya terdengar, aku menelan ludah. Suara dari setuhan paha kaki dan pantat pun terdengar pula.
"Plok ... plok ....!" Begitu bunyinya.
"Ooohhhh ... sayang terusss ... !" Jerit Rian keenakan.
"Ooohhhh ... punyamu sempit dan enak sekali !" Erangan keras mr Jack. Rian membalas sodokan mr Jack dengan goyangnya. Tak lama keduanya berciuman, kaki Rian melingkar di pinggang mr Jack.
"Kita pindah ke dalam ya ?" Bisik mr Jack, Rian mengangguk, aku terkejut dan memasukan penisku, kemudian ke bawah, ketika mr Jack memangku Rian keluar dari arena gym menuju ke kantornya, dengan tubuh telanjang.
---------------
Aku terdiam, dan menyandar di dinding. Menarik nafas, atas apa yang terjadi. Dadaku berdegup kencang. Rasanya lemas sekali. Terdengar sayup-sayup erangan dan rintihan dari dalam kantor pelatih yang tertutup.
Aku memutuskan untuk pergi dari sini, dan turun ke bawah terlihat mukaku merah dan berkeringat. Toh, tugasku sudah selesai apa yang terjadi itu urusan mereka, aku ke ruangan Rian mengembalikan kunci setelah itu keluar dengan setengah berlari. Dan ...
"BRUGH ...!" aku bertubrukan keras dengan seseorang, sehingga kami terjatuh, aku menindih tubuhnya lebih tepat mendudukinya.
"ADUH !" Suara seseorang mengaduh. Dan aku terkejut ketika melihat siapa itu .... Ka Bima !
"Anjing ... sialan lo ...." tanpa ku duga aku mencium bibirnya, sebelum dia marah, matanya melotot menatapku tajam. Melihat apa yang aku lakukan kepadanya, perlahan ku lepas ciuman itu.
"Maafkan aku kak !" Aku bangun, untuk pergi dari sini. Tapi tanpa di duga, dia malah menarikku ke pangkuannya, aku terkejut.
"Apa yang telah lo lakuin ?" Tanyanya, wajah tampannya menatapku tajam, aku mencium bau keringat ? Lengannya yang kekar memeluk erat. Aku terdiam tak menjawab, tanpa di duga dia menyeringai.
"Lo pasti melihat sesuatu kan ?" Bisiknya, aku tertegun, mukaku memerah.
"Eenngga ... " kataku gugup.
"Bohong, lo ngaceng! Lo melihat pak pelatih dan Rian kan ?" Bisiknya dadaku berdebar. Aku ingin pergi dan melepaskannya tanganku menyentuh dadanya yang kekar dan berotot.
"Lo mau ?" Tanyanya tiba-tiba, aku menggeleng,
"Lepasin !" Kataku pelan, dia makin mempererat pelukannya,
"Selamat datang di klub basket !" Bisiknya nafasnya semakin terasa.
"Apapun yang lo lihat di sini! Itu artinya lo harus tutup mulut! Kalau tidak ... lo akan tahu akibatnya !" Ucapnya mengancam, aku menelan ludah, wajahnya sangat dekat denganku.
"Dan ... sebagai pembatu ... lo tahu tugas lo? Bukan hanya membantu kita ... tapi juga ... menyenangkan gue dan yang lainnya! Gue tahu temen lo Rima suka gue, tapi sayang ... gue lebih suka lo ... !" Ujarnya dengan senyum seringai, aku terkejut, tangannya meremas pantatku, aku merasakan benda keras mengganjal di pantatku.
"Lepasin ... " teriakku pelan.
"Gue tahu lo homo! Lo pengen kan !" Dan tanpa di duga ka Bima mencium bibirku, tubuhku menegang, aku berusaha mendorong dadanya tapi pelukannya erat.
"Gue tahu lo suka kan ?" Bisiknya melepas ciuman, aku merasakan deru nafasnya. Tanpa di duga dia memangku tubuhku dan membawaku ke ruangan locker, aku terkejut, tubuhku memang atletis tidak berotot sama seperti Rian, dengan tubuh gagah dan kekarnya dia bisa membawaku dengan mudah.
"Jangan ... " kataku, tapi Ka Bima tak perduli, ruang locker dan juga shower berada di belakang, jadi tidak ada yang lihat dari depan. Aku tak bisa berbuat apapun, tanganku melingkar di lehernya, sedang kaki ku di pinggangnya. Tubuhnya basah oleh keringat, aku sempat melihat kak Bima berlari mengintari lapangan. Ya hanya dia, mungkin rivalitas dengan Daniel membuatnya ingin mengalahkannya. Jadi dia berlatih keras. Aku tak menduga akan seperti ini.
Sesampainya di ruang locker dia duduk di kursi panjang di antara dua locker kiri dan kanan yang berjejer, sementara di ujung ada 6 shower ada dua bagian, masing-masing tiga shower. Aku masih duduk di pangkuannya dan tak bisa bergerak akibat pelukannya yang erat.
"Cium gue !" Bisiknya, dengan nafas menderu, aku menatap wajahnya yang memang ganteng itu, perlahan aku mendekat, aku tak punya pilihan lain. Dan mencium bibirnya yang kenyal itu. Dia diam ketika aku melumat bibirnya. Aku melepas ciuman, aku menelan ludah, aku menatap nanar, nafasku mulai memburu .... dan Ka Bima menciumku dengan panas, perlahan ku balas ciumannya, sambil kulingkarkan tanganku kelehernya,...
Bersambung ....
KAMU SEDANG MEMBACA
ANDRA & DANIEL
DragosteSpin off dari DASEP SI TUKANG PIJIT ... Kisah Andra dan Daniel ... Andra remaja yang memang mempunyai kekurangan tapi itu tidak membuat dia rendah diri justru menjadi kuat, aktif dan pintar ... Daniel berwajah indo, jago olah raga dan playboy siapa...
