KEHIDUPAN RUMAH TANGGA GAYATRI

142 5 0
                                        

"Apa aku aneh ?" Tanya Gayatri  sambil menatap Anna teman sebangkunya.

"Bukan, hanya kamu sekarang berubah, berbeda maksudku !" Jawab Anna seperti ada rasa takut dan sungkan menatap Gayatri.

"Aku heran, diam di bilang aneh, berbicara pun sama! Jadi harus seperti apa ?" Tanya Gayatri. Anna hanya terdiam.

"Itu, tadi apa? Wong di pintu engga ada apa-apa juga !" Ujar Anna.

"Kamu tidak melihatnya ?" Tanya Gayatri. Anna menggeleng kepalanya.

"Engg ... Aaaaaaa .... !" Tiba-tiba gadis itu berteriak, ketika Gayatri menyentuh tangannya. Anna pun tak sadarkan diri.

"Anna ... bangun ... !" Ucap Gayatri sambil mengusapkan air putih ke mukanya.

"Gayatri ... mahluk apa itu !" Ujarnya ketakutan mukanya pucat pasi. Gayatri merasa bersalan karena membuka mata batin sahabatnya.

"Bukan ... apa-apa! Dia sudah pergi !" Jawab Gayatri tersenyum. Tak lama teman-temannya berdatangan.

Sekolah Gayatri termasuk sekolah lama dan tua. Tetapi bangunannya tetap kokoh dan dari dulu hingga kini tempat ini memang di fungsikan sebagai sekolah, hanya mungkin kalau dulu sekolah untuk biarawati di jaman Belanda, pernah menjadi sekolah perawat di tahun kemerdekaan dan akhirnya menjadi sekolah umum seperti sekarang ini.

Bisa jadi banyak peristiwa yang terjadi di masa lalu, hal ini baru di ketahui Gayatri sekarang ini, setelah mendapat ilmu dari leluhurnya atau mungkin orang lain, entah lah, dia tidak mengerti. Apa yang di lihatnya tadi seseorang tak kasat mata yang memakai baju biarawati dengan lidah menjulur dan mata melotot. Gerbang kayu pintu kelasnya cukup lebar karena ada dua pintu dan juga tinggi. Bisa jadi menurut Gayatri, Biarawati itu bunuh diri dengan gantung diri, di sana.  Dan rohnya masih ada.

Itulah makanya Gayatri tidak keluar kelas, dia tidak ingin melihat atau mungkin terjadi apa pun pada dirinya, bukan apa-apa label aneh sudah melekat pada dirinya, apa lagi bila ada sesuatu ...

Bisa di katakan, setiap waktu pasti ada murid yang kesurupan di sekolah ini. Walau istilahnya sudah biasa, tetapi tetap merinding. Biasanya itu terjadi kepada anak kelas satu atau masih aru. Sedang kelas lebih tinggi biasanya sudah faham dan mengerti, ada beberapa lokasi yang angker. Sekarang sudah ada tambahan bangunan baru tapi kesan 'angker' tetap ada.

Pelajaran pun di mulai, tapi tidak lama kelas sebelah ada yang menjerit tibs-tiba, semua saling pandang, tetapi kembali ke pelajaran, terlihat beberapa guru berdatang tergopoh-gopoh dan masuk kelas, sementara para murid keluar secara teratur, agar tidak menjalar ke mana-mana.

Gayatri sekilas melihat ada yang menembus dari ruang kelasnya, entah dari mana dan menuju kelas sebelah. Bayangan itu memakai baju seragam, dengan mata hitam dan kosong. Terdengar rintihan tangisan dari ruang sebelah. Dan kemudian berteriak-teriak memaki.

"Ada apa ?" Bisik Anna, melihat temannya seperti melamun, Gayatri tertegun.

"Kasihan ..." bisiknya.

"Siapa ?"

"Gayatri! Anna ... kalian sedang apa ?" Tanya guru wanita memergoki keduanya sedang mengobrol.

"Anu ..."

"Agak terganggu, dengan yang terjadi di sebelah bu! Bangku kami di belakang !" Jawab Gayatri yang memang bersebelahan dengan kelas sebelah.

"Sudah, tidak usah di hiraukan! Konsentrasi saja dengan pelajaran !" Pinta bu guru.

"Baik bu !" Jawab keduanya.

--------------

Tapi tak lama, Gayatri semakin gelisah. Bukan tanpa sebab banyak mahluk yang berdatangan karena tertarik dengan yang sudah terjadi. Dan benar saja kelas depan mereka terdengar teriakan yang sama. Ini menandakan pelajaran harus di hentikan. Dan bel pun berbunyi, di iringi pengumuman dari speaker para murid di minta keluar sejenak dan berkumpul di halaman sekolah.

ANDRA & DANIELCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang