KASUS PERTAMA ANDRA 4

29 1 0
                                        

Sementara kita menuju ke Daniel, sejak di latih oleh pamannya. Tanpa di sadari ada perubahan besar di dalam dirinya, terutama mata batin Daniel. Yap, mata yang sebenarnya juga sama, apa yang dilihat mata batin dapat terlihat mata aslinya.

Apa yang dilihatnya? Daniel dapat melihat energi dari tubuh seseorang, aliran energi atau cakra atau aura juga, bisa dilihat begitu saja oleh Daniel. Sehingga, bila orang itu marah, menangis, gembira dan juga sakit dapat terlihat. Selain itu dia pun juga dapat melihat aliran darah di tubuh orang lain.

Hal itu di ketahuinya tadi pagi sebelum berangkat kesekolah. Ketika Daniel tutun ke bawah untuk sarapan pagi bersama, nenek dan Andra. Tiba-tiba saja Daniel melihat hal itu di tubuh nenek, Andra serta para pembantu yang sibuk di dapur. Tubuhnya terdiam dan bengong dengan apa yang terjadi di depan matanya.

"Daniel, kamu tidak apa-apa ?" Tanya neneknya heran. Daniel pun tersadar.

"Eh, iya oma! Aku baik-baik saja !" Katanya kemudian duduk di samping Andra.

"Lo, kenapa ?" Tanya Andra.

"Engga, kenapa-kenapa !"

"Bohong ..." bisik Andra.

"Anu ... ssttt, tadi gue melihat dengan mata gue sendiri! Lo, sana oma dan lainnya ... terlihat energinya yang mengalir ditubuh semuanya !" Jawab Daniel, Andra tertegun.

"Serius, apa ini efek dari latihan selama ini ?" Tanyanya heran, sambil mengoles roti dengan mentega.

"Ada apa sih? Kok dari tadi bisik-bisik ?" Tanya nenek mereka heran.

"Engga kok, oma! Hanya membucarakan tentang sekolah !" Jawab Daniel yang kemudian mengambil coklat meses yang banyak di rotinya.

"Ya, sudah! Cepat sarapannya! Nanti terlambat !" Seru neneknya sambil menggeleng kepala melihat tingkah kedua cucunya yang sudah menginjak remaja itu.

"Iya oma !"

Kini keduanya, di dalam mobil yang menuju sekolah. Mereka berdua tidak di perbolehkan, menyetir mobil atau motor. Nanti bila sudah kelas dua atau tiga SMU baru boleh, itu kata nenek, dan kedua orang tua keduanya.

Daniel mengambil buku dari tasnya, Andra melirik dia pikir buku pelajaran sekolah ternyata bukan.

"Apa itu ?" Tanya Andra penasaran, Daniel hanya memngangkat buku yang tertera judulnya saja.

"Dari mana itu ?" Tanya Andra.

"Dari paman lah? Dia meminta gue mempelajari ini, awalnya ya agak aneh! Tapi setelah tadi, jadi kepengen tahu tentang semuanya !" Jawab Daniel.

"Emang, energi itu beda-beda ya ?" Tanya Andra penasaran.

"Iya, betul! Semua warna ada artinya !" Jawab Daniel.

"Memang yang di badan gue apa ?" Tanya Andra.

"Biru ... itu artinya normal, sehat ... tapi ada warna lain di tubuh lo, yang kata buku ini, itu kekuatan tersembunyi lo !" Jawab Daniel.

"Memang penting ya, buat lo ?"

"Ya, iyalah! Lo juga bisa melihat energi mahluk astral kan? Manusia dan mereka berbeda, kita punya tubuh dan darah serta jiwa! Sedangkan mahluk astral ya, tinggal cahaya saja! Walau mereka bisa berubah menjadi manusia, pada dasarnya tidak ada jiwanya !" Jelas Daniel. Andra mengangguk.

"Lo hanya bisa melihat dan mengusirnya! Sedang, gue yang akan mengobati bila ada terkena ilmu hitam! Menurut paman, kita ini ibarat yin dan yang! Tapi bukan kebaikan keburukan! Hanya sebatas saling mengisi !" Lanjutnya. Sementara pak sopir yang mengemudi di depan hanya bengong tak tahu apa yang mereka bicarakan.

Begitulah, Daniel juga tahu ketika ada mahluk lain yang mengikuti Andra, tapi itu urusannya. Selain mempelajari ilmu pijat, ternyata pamannya juga mengajari ilmu totok dan jarum. Sebenarnya keduanya sama. Hanya ilmu totok untuk tubuh luar serta urat dan darahnya. Sementara ilmu jarum, lebih mendalam ke area dalam tubuh.

"Paman tahu, kamu ahli pijat Niel! Tapi sebagai penyembuh, kamu harus juga puhya ilmu lain, ya ini! Ilmu ini dari Tiongkok, sedang pijat kan asli di kita, walau gaya pijat bermacam-macam dari berbagai negara! Tapi yang dari Indonesia sangat spesial dsn khusus! Kenapa paman mengajari kamu ilmu ini, untuk lebih menyempurnakan ilmu penyembuhan kamu! Nanti kamu bisa di sebut tabib, mengerti kan ?" Jelas pamannya waktu lalu.

"Iya paman !" Jawab Daniel.

Saat ini Daniel baru mempelajari dasar dari kedua ilmu itu. Yang sebenarnya ada 10 level atau tingkatan, sehingga nanti semakin ahli. Dan itu cukup dahulu di umurnya sekarang, ujar pamannya. Karena mempelajari ilmu itulah Daniel belajar kungfu, Tai Chi juga.

"Kok, kayak di film-film sih paman ?" Tanya Daniel terrawa. Pamannya hanya tersenyum.

"Tentu saja, ini kan dari Tiongkok! Manfaat dari ini adalah, untuk meningkatkan energimu dan bisa mengendalikannya juga! Semua ilmu kamu itu kan, menggunakan energi kamu sendiri, untuk menyembuhkan! Sekali lagi energi tidak sama dengan kekuatan ya ?" Jawab paman.

"Baik paman !"

---------------

Siang ini, Daniel akan mengikuti pelatihan basket lagi, walau kemarin sudah menang tapi belum final. Minggu depan akan di tentukan juaranya. Sekolah Daniel berhasil maju ke Final. Daniel melewati kelas Andra dan terdengar teriakan. Dia pun menuju ke sana dan terkejut dengan apa dilihatnya. Tapi kemudian mengerti, Daniel tertegun ketika menatap nama Robi di papan tulis, dia seperti ... mengenalnya ...

"Ah, sudah lah! Nama Robi kan banyak! Termasuk di sekolah sini, apa lagi itu dari tahun 2009 berarti 10 tahun yang lalu ?" Ujarnya. Lalu memutuskan pergi.

"Woi, Daniel !" Seru teman-temannya.

"Hei, guys !" Sapa Daniel.

"Lo dari mana ?"

"Ya, dari kantin lah !" Jawab Daniel, tersenyum kemudian terdiam ketika melihat aliran energi dari teman-temannya.

"Woi, Niel! Kenapa lo melihat kita segitunya sih ?" Tanya teman-temannya heran, karena tatapan Daniel begitu tajam ke arah mereka.

"Engga, apa-apa kok! Sorry ...!" Jawab Daniel tertawa.

"Oh, iya! Theo dan Iwan, nanti lo engga usah latihan dulu ya !" Katanya, yap kini Daniel menjadi wakil tim basket utama sekolah.  Kedua temannya heran.

"Kenapa, memangnya Niel ?"

"Lo, kan waktu lalu cedera kan? Akibat pertandingan kita yang seru melawan sekolah musuh bebuyutan kita !" Jawab Daniel tersenyum.

"Tapi, kita baik-baik saja kok !"

"Iya, tapi luka lo engga kelihatan! Kalau di paksain akan jadi parah bro, kalian kan tim inti! Pertandingan final kita seminggu lagi loh !" Jawab Daniel.

"Ya, sudah nanti gue pijitin kaki lo semua !" Kata Daniel.

"Serius nih? Asyik ... " seru semuanya, mereka tahu Daniel jago memijat, selama ini bila ada terkilir atau apa pun Daniel lah yang mengobati dengan pijatannya. Daniel hanya mengangguk.

"Ya, sudah kita ke kelas !" Ajaknya, semua pun setuju.

Ketika sesampainya di kelas, anak-anak tampak ramai dan heboh.

"Ada apa nih ?"

"Si Jaka, berkelahi dengan anak-anak geng Lab !" Jawab yang lain.

"Bukan, hanya si Jaka, tapi Robert dan lainya! Mereka ..." dan dijelaskan semua kejadian tadi.

"Anjir, mereka semua selalu bikin gara-gara !" Ujar yang lain, dan semua mengangguk. Daniel hanya diam, mereka juga yang selama ini suka membully Putra.

Bersambung ...

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 06, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

ANDRA & DANIELTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang