"Bagaimana keadaan bokap lo ?" Tanya Jason sambil menatap Andra di kantin sekolah.
"Baik, sudah pulang !" Jawab Andra, sambil makan mie ayam kesukaannya.
"Oh, syukurlah" ucap Jason. Tak lama yang lain bergabung. Terlihat Daniel dan Putra pun ikut duduk di sana. Para murid yang berada di kantin memandang mereka semua. Ada yang cuek, mencuri pandang, tapi ada juga menatap tajam serta tidak suka, dan iri.
"Bagaimana pertandingan basketnya ?" Tanya Ken penasaran. Daniel hanya tersenyum.
"Menang dong, kita masuk final tuh nanti !" Jawabnya. Semua mengangguk senang.
"Lalu, dengan lo sendiri ?" Tanya Daniel sambil menatap Jason dan Andra yang juga ikut tanding bela diri.
"Sudah, selesai !" Jawab Jason, di angguki oleh Andra.
"Dia juara di beberapa katagori ... " ucap Jason sambil melirik ke arah Andra, dia pun menceritakan semuanya. Semua menyimak.
"Wuiiihh ... para banci, ngumpul nih !" Tiba-tiba ada seseorang yang berteriak, semua menoleh ke arahnya. Dan itu dari gang Lab. Gang para anak bandel di sekolah ini. Kenapa di sebut gang lab? Karena tempat tongkrongan mereka di gedung lab yang tidak di pakai lagi.
Semua pada tersenyum, terutama anak basket dari kubu musuh Daniel dan juga anggota cherrleader, sisanya pembenci. Yang lain sepertinya tidak perduli atau tahu siapa kelompok Andra dan Daniel sebenarnya.
Dan apa yang terjadi, semua cemoohan tidak di gubris mereka. Termasuk Putra, dia tahu rahasia mereka semuanya. Kalau kepepet sudah barang tentu itu akan terbuka lebar. Andra tiba-tiba terdiam, dia seperti melihat sesuatu melintas di antara para murid. Andra menyadari setelah kejadian waktu lalu, dia merasa berbeda dan berubah.
Sosok itu menyerupai seorang perempuan, di sekolah Nusa Putra ini relatif aman, tidak pernah terjadi di luar masuk akal atau supranatural, walau kadang ada saja gosip horror di kelas atau di ruangan yang sudah tidak terpakai, konon suka ada penampakan mahluk halus dari yang pernah melihatnya. Tapi semuanya tidak percayai tentang hal itu.
Beredar juga, beberapa cerita seram tentang beberapa murid yang pernah bunuh diri di sini. Tapi di tahun-tahun lalu. Sekolah Nusa Putra bisa di katakan belum terlalu lama, hanya baru berumur 20 tahun berdiri. Jadi bisa di sebut sudah ada beberapa alumni dari lulusan sekolah ini.
Dan itulah yang kini dilihat Andra sekarang ini, berdiri di pojokan, dengan muka datar dan dingin, sudah pasti pucat pasi. Matanya cekung dan hitam. Ada goresan di lehernya dan lidahnya sedikit keluar dengan mata melotot. Sudah beberapa kali Andra menghindari hal itu dari sudut matanya, dan berusaha bersikap biasa seperti sebelumnya. Tapi itu ... tidak bisa ...
"Ki ... tolong, tutup mata ku dong !" Pintanya dalam hati.
"Tutup mata? Memang kenapa tuan ?" Tanya Ki Sabda heran.
"Aku melihat lagi, mahluk lain !" Jawab Andra, Ki Sabda mengedarkan pandangan kesekelilingnya. Dan dia menangkap setidaknya ada 3 atau 4 mahluk astral. 3 di antaranya roh penasaran dan satu mahluk genderuwo nangkring di sebuah pohon besar di halaman sekolah yang termasuk luas dan mewah ini. Dia pun mengangguk, keresahan tuan mudanya.
"Oh itu, jangan khawatir! Mereka tidak mengganggu kok !" Ujar Ki Sabda.
"Iya, tapi tidak denganku! Mereka semua sedang menatapku !" Ucap Andra sedikit tidak nyaman dengan hal ini. Ki Sabda tertawa.
"Tuan, santai saja! Ada kami berdua! Tapi kami tidak bisa mengusir terutama roh penasaran ini! Mereka terlihat ingin meminta bantuan, karena matinya tidak wajar! Bila di bantu, nanti juga hilang! Ibaratnya, mereka masih mempunyai urusan yang belum selesai !" Jelas Ki Sabda. Andra hanya menghela nafas.
"Ya sudah !" Ucapnya. Daniel sepertinya menyadari sikap gelisah Andra, walau sudah beberapa kali mereka berkunjung ke rumah pamannya, Daniel menyadari tidak mudah, dia dan Andra untuk menyadari mereka berdua berbeda.
-------------
"Tenang saja, kalian berdua nanti akan terbiasa kok !" Ujar pamannya tersenyum.
"Iya sih! Tapi masa aku juga harus di buka mata batinnya paman !" Sela Daniel, yang memang tak nyaman untuk melihat hal lain dari matanya.
"Mata batinmu lain dari Andra, Daniel! Kamu itu bukan sembarang pemijat, seperti dua papamu! Kamu naik level untuk menjadi penyembuh! Dengan matamu dan rasamu, kamu akan tahu penyebab sakitnya seseorang! Bisa penyakit biasa atau hal lain !" Ucap pamannya menjelaskan panjang lebar, sementara Andra mendengarkan atau menyimak.
"Oh, begitu ...! Ya sudah !" Ujar Daniel pasrah.
"Andra, mulai sekarang pun hidupnya berbeda! Kenapa? Karena mulai bersinggungan dengan mahluk astral! Mereka tertarik dengan auramu, dan tahu kamu bisa merasakan serta melihatnya! Jadi bisa di sebut, mereka akan meminta tolong, entah itu apa pun! Jadi harus bersiap diri mulai sekarang !" Jelas paman Daniel, Andra hanya terdiam saja.
Dan semuanya terbukti sekarang. Andra menarik nafas dab mengeluarkannya perlahan. Andra pamitan duluan pergi, untuk ke kelas. Ketika sampai ternyata masih kosong.
"Kamu, mau apa ?" Tanya mata batinnya kepada sesosok yang mengikutinya. Padahal hari masih siang, tapi hawanya berubah merinding. Sosok itu terdiam tidak menjawab. Andra kemudian duduk dan pura-pura melihat ke ponselnya.
"Bruk ..." suara kursi bergeser, Andra menatap sosok itu. Perempuan itu menunjuk ke arah bangku baris kedua, belakang.
"Memang anak sini ?" Tanya Andra dalam mata batinnya. Perempuan itu menggeleng. Tanpa di duga, spidol papan tulis bergerak dan menuliskan sesuatu ... ternyata tahun 2009 !
"Wah, susah! Mba mencarinya !" Jawab Andra. Spidol itu bergerak lagi, tulisannya tidak rapi agak kesana kemari, tapi energinya cukup tinggi.
"Robi !" Itulah nama lelaki yang dicarinya. Tiba-tiba terdengar suara anak-anak datang.
"Pluk ..." spidol jatuh ke bawah, dan dia menghilang. Ketika masuk, anak-anak heran karena ada kursi yang bergeser dan tulisan di papan tulis yang membuat mereka merinding.
"Ndra, itu siapa yang menulis dan kenapa ada kursi yang bergeser ?" Tanya Yuli yang bisa bahasa isyarat.
"Ada ... perempuan, tadi yang menulis di sana !" Jawab Andra jujur. Semua saling pandang.
"Siapa sih? Kok gue engga lihat, dia keluar ?" Ujar yang lain. Andra terdiam, lalu menggerakan tangannya, semua terkejut.
"Ndra, lo jangan main-main dong! Masa hantu sih? Petasaan selama ini baik-baik saja kok !" Kata yang lainnya, di angguki Yuli.
"Bruk !! Semua anak terkejut, penghapus papan tulis jatuh sendiri. Semua terdiam. Andra menunjuk ke arah pojokan dekat meja guru, dan mengatakan perempuan itu ada di sana. Dia meminta tolong untuk mencari nama di papan tulis. Semua melirik nama dan tahun yang tertulis.
"Me-memang ... ada hubungan apa dengan tuh cowok !" Seru mereka agak ketakutan, dan saling merapat. Andra menjelaskan semuanya, karena tuh hantu cewek mulai berbicara, apa yang terjadi.
"Gila ... lalu apa urusannya dengan kita ?"
"BRAK !!
"AAA ... !" Semua menjerit, karena ada kursi yang mendadak jatuh, kini mereka benar-benar ketakutan. Andra menatap tajam ke arah perempuan itu. Lalu dia berbicara dengan bahasa isyarat.
"Kalau kamu mau dibantu olehku, jangan berbuat menakuti temanku! Kalau begitu cari saja yang lain untuk membantu !" Serunya. Tanpa di duga kursi yang jatuh kembali berdiri. Spidol melayang dan menuliskan sesuatu.
"MAAF ..."
Bersambung ...
Note, sekali lagi ini khayalan penulis... aku minta maaf bila ada yang tidak sesuai dengan kenyataan atau sebenarnya ...🙂
KAMU SEDANG MEMBACA
ANDRA & DANIEL
RomanceSpin off dari DASEP SI TUKANG PIJIT ... Kisah Andra dan Daniel ... Andra remaja yang memang mempunyai kekurangan tapi itu tidak membuat dia rendah diri justru menjadi kuat, aktif dan pintar ... Daniel berwajah indo, jago olah raga dan playboy siapa...
