11.time deposit

3.4K 364 6
                                        

"Haec - "

Suara guyuran shower yang berasal dari kamar mandi menghentikan panggilan Renjun.

"Sepertinya dia sedang bersih-bersih, kalau begitu aku akan menemuinya nanti" Putus Renjun yang tak pikir panjang, lebih baik ia menata barang belanjaannya dan membagikan camilan yang sudah para manusia rakus di bawah titipkan kepadanya.

Di dalam kamar mandi, Haechan mengguyur wajahnya dengan air secara berulang, ia binggung dengan keadaannya sendiri.

Dengan tangan yang masih bergetar bertambah parah membuatnya mendudukan diri di pojok kamar mandi dan meremat kepalanya pelan berusaha mengalihkan rasa paniknya saat ini. Haechan teringat akan obat yang di berikan Luhan kepadanya.

Apakah ia harus meminum obat-obatan mulai sekarang?

"T-tidak.. aku tidak se lemah itu hingga harus meminum obat" Gumamnya di iringi dengan gelengan kepala kuat.





Kau hanyalah aib dari keluarga ini! Enyah lah kau Lee Haechan!!






Pembunuh seperti mu tak pantas ada di sekitar sini. Dasar pembunuh!





Suara ujaran kebencian memutari telinganya, Haechan semakin menekuk kakinya takut. Tanpa di sangka air mata lolos begitu saja dari pipinya.

Dia sewaktu itu bukan yang membuat kedua orangtuanya mati bukan?

Itu bukanlah kesalahannya.

"Aku.. a-aku tidak melakukan semua ini dengan sengaja" Suaranya terdengar parau dan menusuk hati siapapun yang mendengar "Jika bisa mungkin a-aku lebih baik menukar nyawaku jika saat itu bisa.. namun aku hanya laki-laki bodoh yang tidak bisa bertindak apapun bahkan disana air mata ku tak bisa menetes walau hanya sekali"

Air shower yang belum di matikan membuat genangan air mulai membanjiri kaki Haechan.

Air shower itu menetes sederas air mata anak tersebut yang terus menerus keluar tak henti.

Tangan yang awalnya hanya bergetar kini bertambah keriput karena bersentuhan dengan air yang cukup lama, isakan menyedihkan terus keluar tanpa hambatan.

"Eomma, A-appa.. Mianhae jika itu semua k-kesalahanku"

"A-aku benar-benar tak tau jika takdir ini a-akan terjadi..." Lanjutnya dengan menelusup kan wajahnya ke dalam tumpuan lutut yang di tekuk.





Andai saja ia lebih memilih memesan taksi..





Jika waktu itu dia tak menghubungi orangtuanya mungkin ini semua masih baik-baik saja, tak ada hubungan yang renggang..





Apakah di dunia ini ada pertukaran nyawa? Haechan sangat amat ingin bertukar semua dengan kedua orangtuanya.





Biarkan saja dia yang pergi, semua saudaranya masih membutuhkan ajaran orang tua yang lengkap...





Biarkan saja dia yang pergi, semua saudaranya masih membutuhkan ajaran orang tua yang lengkap

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Equanimity || Nct Dream [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang