Kini hari berjalan seperti biasa, ujian hari ke 2 sudah di selesaikan.
Hari ini Haechan berpikiran untuk pergi ke kantor guna melihat situasi, karena ia pun tau jika Jeno masih terlalu muda menyelesaikan pekerjaan kantor. Tidak ada gunanya dirinya jika ia yang lebih tua tak menggantikan Mark.
Haechan pergi menggunakan mobilnya setelah sekian lama sedangkan Jeno juga menggunakan mobil pribadi anak itu.
Memutar lagu Coldplay pada radio mobil, menjalankan mobi dengan kecepatan yang tak terlalu kencang. Menikmati lirik-lirik lagu yang terngiang-ngiang di telinga, sesekali bergumam untuk menyanyikan lagu tersebut.
Haechan tiba-tiba menginjak rem nya secara spontan karena melihat seorang wanita paruh baya yang kesulitan mengambil barang belanjaannya yang tergelincir ke jalanan.
"Astaga" Kagetnya langsung keluar untuk membantu wanita tua itu.
"Biarkan ku bantu Halmeoni" Cegah Haechan menyuruh agar wanita tersebut minggir ke pinggir biarkan ia yang mengambil beberapa sayuran yang jatuh.
"Maaf merepotkan mu anak muda" Ucap sang nenek, Haechan menggeleng dengan senyum ramah "Tidak, lain kali berhati-hatilah itu tadi sangat berbahaya" Ujarnya memberikan sayur yang tadi ia ambil ke jalanan "Ini sudah kotor, mau ku belikan yang baru Halmeoni?"
Tawaran Haechan menghasilkan respon yang sangat amat tidak setuju "Aish sirheo, jangan"
"Gwenchana Halmeoni! Tunggu sebentar di dekat mobil itu Nee? Aku akan segera kembali" Potong Haechan berlari cepat ke arah supermarket yang tidak terlalu jauh.
Wanita paruh baya tersebut menggeleng pelan karena tingkah Haechan yang langsung memotong pembicaraannya dan berlari cepat.
"Dia anak baik, pasti orangtuanya bangga dengan anak itu" Ucapnya dalam hati.
Melihat Haechan membuatnya teringat akan sang cucu yang bekerja tanpa kenal lelah di pulau Jeju, cucunya akan pulang di akhir tahun dan biasanya langsung memeluk sang nenek dengan sangat erat melepas rindu.
Tak lama Haechan kembali dengan membawa 2 kantong penuh berisikan sayuran yang sangat banyak "Maaf jika lama, tadi mengantre"
"Rumah Halmeoni di mana? Agar aku bisa mengantar Halmeoni biar tidak keberatan membawa barang-barang ini"
"Tidak jauh, tidak usah nak. Terimakasih banyak karena bantuan mu, aku merasa sangat tidak enak" Ujarnya hampir membungkukkan badan namun Haechan mencegah.
"Jangan menunduk kepada ku, aku sekarang bertambah dosa karena kau melakukan itu" Cicit Haechan, ia pun menyuruh sang wanita agar masuk ke dalam mobil. Awalnya wanita tua tersebut menolak dan pada akhirnya mengikuti kemauan Haechan yang sudah ingin jelas mengantarkan ia pulang.
"Di sana, belokan jalan ke 3"
"Ngomong-ngomong di mana anak Halmeoni?" Tanya Haechan mencoba mencari topik.
Wanita itu tersenyum "Dia sedang berada di Jeju bersama cucu ku, mereka pulang akhir tahun"
"Ah seperti itu, lalu Halmeoni di rumah bersama siapa?"
"Sendirian, aku mengurus peternakan kecil di ladang belakang rumah"
Haechan hanya menganggukkan kepalanya sembari was-was agar tidak kelewatan, saat sudah di rasa dekat ia langsung berbelok ke jalan tersebut.
Haechan hanya mengikuti arah telunjuk wanita tersebut.
"Di sana"
Ccittt
Mobil berhenti pada sebuah rumah tradisional dengan halaman luas penuh pepohonan.
"Terimakasih sekali lagi anak muda, ayo masuk" Ajak wanita tersebut menyuruh agar Haechan masuk terlebih dahulu sebagai bentuk terimakasih.
KAMU SEDANG MEMBACA
Equanimity || Nct Dream [END]
Fanfiction[ WAJIB VOTE, KALO NGGA VOTE AUTHOR SLEDING ⚠️ ] 『"Jika seperti ini jadinya, kita impas bukan? Nyawa dibalas dengan nyawa."』 «-Lee Haechan Katanya setiap perbuatan maka harus ada tanggung jaw...
![Equanimity || Nct Dream [END]](https://img.wattpad.com/cover/307957819-64-k158430.jpg)