epilogue

5.9K 418 32
                                        

Sehari setelah kematian Haechan, berita mulai tersebar ke seluruh sekolah dan kantor perusahaan.

Saat itu juga Felix maupun Hyunjin langsung datang ke rumah Haechan untuk membuktikan sendiri, di waktu yang sama Hyunjin dan Felix bertemu di halaman rumah Haechan.

Tanpa rasa takut Hyunjin mengetuk pintu dengan sangat keras membuat Chenle yang masih dengan keadaan mata sembab membuka pintu.

"Teman Haechan Hyung?" Ucap Chenle menyela pertanyaan Hyunjin yang pastinya tentang Haechan "Temui saja Haechan Hyung di rumah barunya, ia tidak lagi ada di sini" Jawab Chenle dengan suara serak. Tatapannya kosong seperti tidak ada tujuan hidup. Ia pun memberi tahu kepada Hyunjin di mana lokasi yang Hyunjin butuhkan.

Hyunjin berdecak malas dengan detak jantung yang berdegup sangat kencang pun berlari mengkode Felix, Felix mengangguk sekilas dan masuk ke dalam mobil menunggu Hyunjin yang akan mengarahkan jalan.

Karena kecepatan mobil keduanya di atas rata-rata, tidak membutuhkan waktu lama hingga mereka sampai di tempat yang di tuju.

Tanpa menunggu Hyunjin yang masih memarkirkan mobil, Felix berlari masuk ke dalam area makam.

Matanya menelusuri satu-persatu batu nisan yang ada.

Hingga dia menemukan satu makam yang terlihat baru serta ada foto wajah seseorang yang sangat dia kenali. Langkah Felix memelan, rasa ingin marah kepada Haechan sangat tinggi.

Dug

Kakinya melemas tak kuasa menahan topangan pada tubuh.

Kakinya melemas tak kuasa menahan topangan pada tubuh

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

엘이해찬
[ Lee Haechan ]

"Secepat ini Lee?" Tanya Felix pelan, meremat tangannya yang tengah menggenggam gundukan tanah yang ada.

Tak lama kemudian Hyunjin datang, kunci mobilnya jatuh begitu saja kala melihat Felix yang tengah menundukkan kepada di dekat makam baru. Ternyata mereka semua tidak berbohong, Lee Haechan telah pergi meninggalkan semuanya.

"Sialan Lee Haechan, aku sering melarang mu melakukan apapun bahkan hingga s-sejauh ini untuk adikmu sendiri" Maniknya tidak bisa berbohong. Jika tau seperti ini mungkin ia tidak membiarkan Haechan untuk pulang setelah acara wisuda tersebut.

"Kau pergi terlalu jauh hingga aku tidak bisa mencegah semuanya.."

Hyunjin duduk di samping Felix kemudian merangkul pundak temannya itu "Haechan-ah.. kau benar-benar pergi? Kau belum sampai berkunjung ke rumah ku.. kedua orangtuaku menunggu mu" Ucap Hyunjin melayangkan tatapan sendu ke bingkai foto anak laki-laki yang selama ini sangat berpengaruh dalam kehidupannya.

"Kami sudah mengabulkan permintaan mu, lalu apakah kau tidak mau mengabulkan permintaan k-kami..?"

"Mianhae Haechan-ah... Maaf untuk perilaku kami yang dulu, maaf.." Satu isakan Hyunjin lolos, spontan Hyunjin menundukkan wajahnya. Felix mengulurkan tangannya guna mengambil bingkai foto mendiang dari sahabatnya itu.

Equanimity || Nct Dream [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang