35.graduated

3.1K 356 22
                                        

1 hari berlalu.

Sehari kemarin mereka hanya di rumah saja, sesekali Chenle yang keluar bersama temannya. Hanya Chenle yang keluar dan lainnya tidak.

Sorenya ternyata ada undangan untuk pengambilan jas wisuda dari sekolahan, Haechan yang menawarkan diri untuk datang dan mengambil jas miliknya serta milik adik-adiknya.

Bahkan milik Jaemin pihak sekolah masih berikan.

Kini adalah hari yang di tunggu-tunggu, hari di mana semua orang sudah lepas dari masalah persekolahan dan akan menuju ke sekolah yang lebih tinggi.

Mark belum pulang, pria itu sama sekali tidak mengabari Jeno maupun Chenle.

Jeno sempat menyumpahi Mark namun Haechan datang untuk menegur umpatan yang Jeno ucapkan.

Haechan tengah berkaca di depan kaca kamarnya, melihat dirinya sendiri dari pantulan kaca, tidak menyangka jika dia sudah resmi keluar dari dunia persekolahan dan setelah ini tidak mau untuk ke mana setelah ini.

"Setelah ini ke mana? Melanjutkan sekolah atau membantu Mark Hyung? Tapi apa dia mau di bantu?" Sedari tadi dia hanya berkaca sembari bergumam linglung.

Jika kalian bertanya di mana Jeno, anak itu sudah berangkat terlebih dahulu di sekolah karena ingin bermain dengan teman-temannya yang lain terlebih dahulu.

"Mark Hyung, apa dia tidak kasihan dengan Jisung, Chenle dan Jeno yang mengharapkan ia datang untuk memeluk mereka atas acara penting ini? Di mana orang itu.." Gumam Haechan sedikit menaruh rasa kecewa pada Mark yang tidak menepati janjinya.

Bahkan sekedar mengabari saja tidak.

"Ah aku harus berangkat" Saat ia menoleh ke arah jam dinding yang terpasang, Haechan tersadar jika acara di mulai sebentar lagi.

Haechan datang di waktu yang pas, kebetulan Hyunjin yang melihat keberadaan Haechan langsung melambai dan Haechan menghampiri keberadaan teman-temannya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Haechan datang di waktu yang pas, kebetulan Hyunjin yang melihat keberadaan Haechan langsung melambai dan Haechan menghampiri keberadaan teman-temannya.

Sepanjang acara Haechan duduk di tengah antara Felix dan Hyunjin.

Mereka sangat tampan, ah Haechan iri dengan wajah Felix dan Hyunjin yang sangat berkarisma.

Dokumen bukti kelulusan di berikan serta beberapa piagam kepada siswa yang berbakat selama ini.

Dari ujung, Jeno duduk dengan temannya kaget saat nama Haechan yang di sebut untuk siswa teladan. Hey tunggu dulu! Mengapa Jeno tidak tau jika Haechan menjadi favorit sekolah!?

Apa Haechan membayar guru agar dia di panggil seperti ini?

"Itu Hyung mu?" Tanya laki-laki di samping Jeno yang menyadari jika temannya tengah mengamati seseorang yang ada di depan panggung.

Tanpa Jeno sadari ia mengangguk.

"Aku kira kau hanya memiliki 2 Hyung"

Saat sadar akan tingkah bodohnya, Jeno menggeleng ribut. Ni-ki selaku teman Jeno mengerutkan keningnya "Kau harusnya bangga saat Hyung mu di tunjuk Man" Ucapnya tak percaya, jika saja dia punya kakak berprestasi pasti Ni-ki sangat bangga dengannya.

Equanimity || Nct Dream [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang