26.we are always there

2.5K 289 6
                                        

"Di sini kamar mu, jika kau butuh dengan Felix dia ada di samping kamar ini" Ucap Hyunjin di akhiri senyum simpul.

"Ada baju ganti di lemari, ruang ganti di sana dan kau bisa memilih pakaian yang kau mau sesukamu"

Setelah puas menceritakan mengenai satu sama lain di kamar Hyunjin tadi, Hyunjin langsung mengantar Felix dan Haechan di kamar tamu agar teman-temannya beristirahat.

Setelah puas menceritakan mengenai satu sama lain di kamar Hyunjin tadi, Hyunjin langsung mengantar Felix dan Haechan di kamar tamu agar teman-temannya beristirahat

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Meski tidak seperti kamar tamu tapi ini layak bukan? Bahkan kamar pembantu di rumah Hyunjin seperti kamar utama rumah biasanya.

"Selamat beristirahat" Ujar Hyunjin pada akhirnya menutup pintu meninggalkan Haechan di dalam kamar yang melebihi kata mewah itu, kamar Haechan tidak se mewah ini hanya cat putih dan biru yang memenuhi kamar Haechan.

Haechan melihat keseliling kamar, senyumnya tercetak saat maniknya menemukan bingkai kecil foto anak yang sepertinya adalah Hyunjin.

"Menggemaskan" Gumam Haechan menatap bingkai tersebut, dirinya beralih pada bingkai yang lumayan besar "Ini Sanha, Felix dan Hyunjin"

"Aku sekarang tak tau bagaimana kabar Sanha saat ini" Lanjutnya sambil melepas dasi yang terlilit pada kerah seragam.

Drrt ddrrrttt

Jisung is calling (?)

Haechan menghela nafas sekejap melihat nama yang tertera di layar handphone, niatnya adalah mengabaikannya akan tetapi bagaimana jika itu penting?

"Yeoboseyo"

Eum Hyung?

Haechan meneguk ludahnya paksa, berusaha lembut di depan Jisung saat ini "Ada apa Jisung-ah?"

Kotak obat yang ada di kamar mu kau simpan di mana?

Mendengar pertanyaan Jisung membuat Haechan bergerak resah, bukan apa-apa tapi takut Jisung melihat obatnya yang lain.

"Kau s-sakit?"

Aku terjatuh saat di.. lapangan

"Tidak memberitahu Mark Hyung atau yang lain? Biarkan mereka yang mengobati"

Mark Hyung terlihat tidak bersahabat sedangkan Chenle dan Jeno Hyung aku takut mereka akan memarahiku

Keluhan sang adik membuat Haechan luluh "Jangan matikan telepon ini Nee? Cari kotak obat di kamar mandi kamar ku"

Haechan mendudukan dirinya di pinggir ranjang sembari membuka kancing bajunya satu persatu.

Sudah lalu bagaimana?

"Sungguh kau tidak tau cara mengobati lukamu sendiri?" Heran Haechan dengan adiknya sendiri "Parah?"

Beberapa goresan memanjang

Ucapan itu mampu membuat Haechan diam sebentar, bagaimana bisa jika hanya terjatuh di lapangan bisa membuat luka gores memanjang?

Bukan berpikiran negatif, hanya saja ini membuatnya teringat dengan luka yang ada pada punggungnya.

Equanimity || Nct Dream [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang