14.solitude

3.1K 331 24
                                        

Pada akhirnya Hyunjin lah yang membawa Renjun dan Haechan menggunakan ambulance yang dia telepon, Hyunjin tidak mendengarkan kedua temannya dan memilih membantu seseorang yang kini sudah tau harus di bantu secepatnya.

Dalam pikiran Hyunjin, tidak apa-apa jika dirinya di seret ke dalam penjara ataupun sebagainya karena perlakuan tadi asalkan dia tidak berniat membunuh orang. Karena apa? Lebih baik di jatuhi hukuman karena memukul seseorang dari pada tidak menyelamatkan orang tersebut dan memilih kabur dari tempat.

Sanha benar-benar tak habis pikir dengan Hyunjin. Apa maksud perlakuan anak itu!?

"Hyunjin!??" Teriak Sanha binggung dengan perilaku temannya itu, Felix menghembuskan nafas kasar dan menepuk pundak Sanha "Kita bantu teman kita" Ujar Felix dan dia pun berlari ke arah Hyunjin yang tengah menggendong tubuh seseorang yang berlumuran darah, yang tidak lain adalah kakak Haechan sendiri. Renjun.

Sanha mau tidak mau mendekat untuk membantu juga.

Tidak lama, ambulance datang dan para petugas yang ada langsung meletakkan badan korban kecelakaan.

Saat para petugas menawarkan untuk Hyunjin dan lainnya ikut, awalnya mereka sedikit berpikir akan ikut atau tidak akan tetapi pada akhirnya mereka ikut karena apa? Hyunjin lagi.

"Aku ikut." Putus Hyunjin langsung masuk ke dalam mobil tempat di mana ada tubuh Haechan.

Petugas medis itu tersenyum menatap Hyunjin yang masuk ke dalam mobil, setelah itu pandangan kembali tertuju kepada Felix dan Sanha.

"Aku ikut."

Setelah membuat keputusan singkat, Hyunjin masuk dan kini Felix juga Sanha ikut.

Mungkin setelah ini mereka akan mengintrogasi Hyunjin tentang perilaku yang di buatnya.

Di arah menuju rumah sakit terdekat, Hyunjin sering kali melirik Haechan sesekali. Dia tak tega menatap semua luka yang ada di tubuhnya terlebih lagi jaket yang berwarna abu-abu anak itu beserta seragam putihnya sudah penuh darah. Mengerikan batin Hyunjin.

Ia harus bertobat mulai sekarang.

Sesampainya di rumah sakit, Haechan langsung di tangani oleh dokter

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sesampainya di rumah sakit, Haechan langsung di tangani oleh dokter.

Hyunjin mengurus pihak admistrasi sedangkan Sanha dan Felix menunggu di depan ruang ICU, Hyunjin meremat tangannya tak tenang dengan apa yang baru saja terjadi. Dirinya takut terjadi hal yang lebih parah kepada Haechan dan seseorang yang tergeletak tadi yang sepertinya adalah saudara dari anak laki-laki tersebut.

"Apakah luka seperti pasien yang pertama t-tadi bisa di sembuhkan?" Tanya Hyunjin ragu.

"Ah maaf, aku tidak tau Tuan. Kemungkinan kecil bisa berhasil dan kemungkinan besar di tangan Tuhan"

Hyunjin mendesah resah, bagaimana ini? Semoga semua baik-baik saja.

"Kalau begitu permisi" Ucap Hyunjin menundukkan badannya sekilas dan pergi dari tempat administrasi.

Equanimity || Nct Dream [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang