[ WAJIB VOTE, KALO NGGA VOTE AUTHOR SLEDING ⚠️ ]
『"Jika seperti ini jadinya, kita impas bukan? Nyawa dibalas dengan nyawa."』
«-Lee Haechan
Katanya setiap perbuatan maka harus ada tanggung jaw...
"Kau sudah tau? Haechan-ah hentikan sekolah mu dan jalani perawatan jika kau tidak mau malu" Ucap Luhan menatap iris mata Haechan.
Haechan menggeleng cepat "Tidak bisa, aku besok ujian dan sebentar lagi tugas sekolah ku usai" Saut anak itu menampilkan senyum tipis "Sudah lah Hyung tidak perlu bersih keras untuk membujukku"
"Penyakit yang ada dalam tubuh mu itu masih belum menyebar, cegah sebelum terlambat"
"Biarkan saja menyebar"
Tuk!
Luhan menepuk punggung tangan Haechan dengan pulpen yang ada di samping tangannya, sedangkan sang anak hanya mengadu protes.
"Kenapa kau memukul ku!?"
"Kau gila?"
"Memang" Jawab Haechan acuh, Luhan memasang riak wajah pasrah mendengar balasan anak itu "Hyung teman-teman ku sudah menunggu —"
"Ambil obat ini, aku tau kau jarang meminum obat yang ku berikan" Ujar sang dokter menyerahkan tablet obat, tanpa pikir panjang Haechan pun mengambil obat tersebut.
"Terimakasih, oh ya —mungkin setelah ini aku akan jarang kemari karena sibuk ujian, jaga dirimu baik-baik Hyung dan cepat lah memiliki istri sebelum kau menua"
Ucapan Haechan membuat Luhan memekik tak percaya "Heol, aku tadi sedang berbincang dengan tunangan ku Lee"
"Wah jinjja? Kapan aku mendapatkan undangan"
"1 bulan lagi"
"Aku menanti itu, jangan lupakan aku Hyung. Ingat-ingat saja siapa anak yang termanis di sini, setelah itu kau masih melanjutkan kerja di Korea?"
Luhan yang tadinya tersenyum kini senyum itu perlahan pudar "Aku akan bekerja di China untuk mengurus rumah sakit ku yang ada di sana, tentu aku tak akan melupakanmu!"
Haechan tertawa kecil, kepalanya menekuk ke bawah sebentar.
"Kau pergi, aku juga sudah sembuh Hyung. Jangan khawatir" Ucap Haechan pada akhirnya, mendongakkan kepala membalas tatapan dalam Luhan "Wah kau pasti sebentar lagi akan menjadi ayah, aku menunggu kabar itu"
"Jadi — aku permisi terlebih dahulu, kau jangan sakit-sakitan Hyung. Istirahat lah sesekali, jangan selalu berjaga" Lanjutnya.
Dokter tersebut membalas senyuman Haechan dengan senyuman yang sama "Rawat diri mu baik-baik"
"Nee! Pasti! Aku masih harus hidup untuk adik-adik ku"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Turun ayo" Seru Hyunjin ceria, tidak tau mengapa tiba-tiba mood nya membaik.
Mereka berhenti di depan rumah yang tak kalah mewah dari pada rumah Haechan maupun Hyunjin. Felix mengambil tas nya kemudian tersenyum manis "Ayo"