15.tacenda

3.1K 345 13
                                        

Setelah Haechan di pindahkan di ICU, tak berselang lama Mark dan Jeno datang. Saat akan hendak menengok ke kaca tembus pandang yang menghubungkan antara ruangan dalam dan luar, panggilan dari Hyunjin mengalihkan perhatian mereka.

"Mark-ssi"

Mark mengangkat satu alisnya "Hm?"

"Aku ingin membicarakan sesuatu kepadamu" Lanjut Hyunjin di akhiri dengan deheman canggung.

Hyunjin ingin mengatakan soal kecelakaan itu, jika bukan Haechan yang melakukannya melainkan ada masalah tersendiri akan tetapi Hyunjin tidak mungkin mengaku jika dirinya dan teman-temannya melukai Haechan juga secepat itu bukan? Hyunjin hanya mempunyai sedikit simpati kepada Haechan.

"Katakan saja"

"Tentang kecelakaan ini"

"Lanjut di ruangan 12 lantai 8, kita bicarakan di sana" Potong Mark cepat, jika membicarakan tentang kejadian maka harus berada di tempat yang mengenakan tidak seperti ini.

Pria itu melirik Jeno "Panggil yang lain untuk ke sana" Jeno pun menyanggupi perintah Mark dan berjalan menuju ke arah di mana yang lain berkumpul.

"Ajak teman mu"

"Tentu, mereka akan datang"

Sungguh ajaib. Baru saja Hyunjin mengatakan seperti itu, Sanha dan Felix sudah berjalan kepada mereka. Bahkan Mark sempat binggung, telepati antar pertemanan yang hebat.

"Hyunjin-ah setelah —"

"Ikut dengan ku" Putus Hyunjin mempersilahkan Mark terlebih dahulu berjalan dan di susul olehnya di belakang.

Sanha yang ucapannya di potong memutar bola matanya malas.

Sebenarnya dia lapar.

"Ayo" Ajak Felix.

Saat Sanha hendak menggeleng, terlebih dahulu tangannya di seret kasar oleh Felix. Memang dasarnya walau tangan Felix kecil tenaganya bukan mainan.

"Damn it Lee Yongbok" Desis Sanha merantapi nasip pergelangan tangannya yang memerah.

Semua sudah berkumpul

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Semua sudah berkumpul.

Hyunjin yang berada tepat di depan Mark sedangkan yang lain duduk secara terpisah.

"Katakan apa yang ingin kau jelaskan"

"Kecelakaan itu, apa menurutmu sebab dari kecelakaan tersebut?" Tanya Hyunjin memancing jawaban Mark, dia hanya ingin mengikuti jawaban Mark nantinya.

"Jika ada 2, maka pasti yang terselamatkan adalah pelaku" Jawaban bukan berasal dari Mark melainkan Jeno yang menyela.

"Maksudmu Haechan?"

"Ya." Saut Mark yakin dengan pilihannya. Memangnya siapa lagi jika bukan Haechan? Setan?

"Sayangnya itu sendiri adalah kecerobohan orang yang tewas dari kecelakaan ini" Ucapan Hyunjin membuat semua orang tak percaya "Apa maksud mu?" Tanya Mark masih memikirkan perkataan Hyunjin.

Equanimity || Nct Dream [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang