"Aku pergi dulu Haechan-ah!!" Teriak Hyunjin dengan senyum lebar, Haechan pun membalasnya dengan senyum yang tak kalah ceria "Yaa! Gomawo Hyunjin-ah"
Hyunjin pun menjalankan mobilnya meninggalkan Haechan di pekarangan rumah anak itu, Haechan melirik 2 kantong plastik yang berisikan makanan dan suatu barang branded yang Hyunjin berikan kepadanya.
Laki-laki bermarga Hwang itu beralasan jika dirinya terlalu banyak barang-barang tidak berguna atau lebih tepatnya terlalu banyak hingga tidak di gunakan.
Sebenarnya itu berharga dan berguna tapi terlalu banyak sehingga Hyunjin tak pakai.
Haechan melangkahkan kaki panjangnya menuju pintu utama, perasaannya bercampur aduk dia sedikit khawatir dengan sikap yang di tunjukan kepadanya saat ia melangkahkan kaki masuk ke dalam rumah.
Firasatnya sudah sangat buruk.
Baru saja memutar knock pintu bahkan satu tamparan sudah di layangkan pada pipi kirinya.
Itu Mark.
"Berani-beraninya kau pergi dengan membawa uang yang ada pada ruang kerja ku Lee Haechan" Haechan memegang pipinya yang memanas, ia tatap kakanya yang tengah menatapnya dengan tatapan mata penuh amarah yang membara.
Uang?
Mengambil uang apa?
"Hyung aku — "
Plak!!
Jeno menutup matanya saat suara nyaring tamparan Mark mengenai pipi Haechan, anak itu menundukkan kepalanya di sofa ruang tamu.
Bagaimana Haechan tidak binggung? Baru saja datang dirinya sudah tertuduh mengambil uang, memangnya seberapa banyak yang hilang hingga Mark marah seperti ini!?
"17 juta won hilang dari ruang kerja ku." Tekan Mark dengan suara beratnya.
Yang sebenarnya uang tersebut ingin Mark gunakan untuk donasi kepada anak di panti asuhan, akan tetapi terlebih dahulu uang tersebut hilang tanpa jejak.
"A-apa..? Tapi bukan aku Hyung" Ucap Haechan tak tahan dengan tuduhan yang di berikan kepadanya.
"Jeno memberitahuku jika kau pergi malam tanpa pulang dan membawa uang itu, semalam kau pergi ke mana Lee? Apa kau sudah bermain di club malam?"
Deg.
Lontaran Mark membuat mata Haechan memanas, hatinya terasa sangat sesak jika di tuduh bermain di club malam. Tidak tau saja Mark tentang apa kejadian yang terjadi kemarin di kolam renang, bahkan dirinya sendiri akan mati tapi apa? Mark tidak peduli.
Ingin rasanya Haechan memberitahu, tapi sangat besar kemungkinan Mark akan mempercayai ucapannya memang lah kebenaran.
"Anak tidak tau diri, di berikan semua fasilitas tapi tidak tau terimakasih. DI MANA OTAK MU ITU!?"
"Hyung bukan aku!" Teriak Haechan menyela ucapan Mark yang seakan-akan dia benar-benar bersalah "Aku — "
"Malam tadi kau ke mana?"
Diam.
Haechan harus beralasan apa?
Haechan melirik Jeno yang tak sengaja bertatapan kepadanya, namun Jeno terlebih dahulu membuang wajahnya. Dengan nafas yang memburu Haechan membalas tatapan tajam Mark.
"Kau tidak tau bukan ingin beralasan apa lagi? Tertangkap."
BUGHH
Tanpa berpikir panjang Mark memukul rahang Haechan, meluapkan semua amarahnya pada pukulan tersebut. Dan karena pukulan itulah Haechan terjatuh kehilangan keseimbangan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Equanimity || Nct Dream [END]
Fanfiction[ WAJIB VOTE, KALO NGGA VOTE AUTHOR SLEDING ⚠️ ] 『"Jika seperti ini jadinya, kita impas bukan? Nyawa dibalas dengan nyawa."』 «-Lee Haechan Katanya setiap perbuatan maka harus ada tanggung jaw...
![Equanimity || Nct Dream [END]](https://img.wattpad.com/cover/307957819-64-k158430.jpg)