37.thank you

4.3K 450 50
                                        

"Maksudmu?" Tanya dokter Choi sekali lagi, hey— dia tidak salah dengar bukan?

"Ceritanya panjang, sekarang penting kan urusan adikku t-terlebih dahulu" Ucapnya dengan sedikit tergagap, dia sudah yakin dengan keputusannya saat ini.

Bagai jika dirinya sudah membuat keputusan maka tak bisa di ganggu gugat.

"Nyawamu bisa tidak terselamatkan Lee" Lirih sang dokter mencoba menyuruh Haechan mempertimbangkan untuk kebaikan anak itu sendiri.

Tapi salah jika dokter Choi berharap Haechan mementingkan kepentingan pribadi dari pada adiknya sendiri.

"Aku tidak peduli, kumohon" Balas Haechan dengan tatapan sendu memohon kepada dokter Choi.

Helaan nafas panjang keluar dari mulut dokter tersebut, seorang suster lantas mendekat ke arah brangkar Haechan "Ini sangat membahayakan keselamatan mu anak muda, aku tau dia adikmu tapi— tidak semua harus kau korbankan"

"Dia sudah menerima beban yang cukup berat karena ku, maka biarkan aku menggantinya"

"Kau sudah yakin dengan keputusan mu sendiri?"

Anggukan kecil menjadi jawaban Haechan, semua petugas medis yang ada di dalam ruangan saling bertukar tatapan ragu namun pada akhirnya menyetujui permintaan anak ini dengan berat hati.

Anggukan kecil menjadi jawaban Haechan, semua petugas medis yang ada di dalam ruangan saling bertukar tatapan ragu namun pada akhirnya menyetujui permintaan anak ini dengan berat hati

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Operasi ini akan di mulai 1 jam setelah kesadaran Haechan, karena jika langsung melakukan transplantasi tersebut sangat buruk untuk kebaikan yang lain juga.

Kala Jeno mendengar perkataan dokter Choi jika sudah menemukan pendonor, hampir saja Jeno bersujud di depan tubuh dokter tersebut akan tetapi dokter Choi langsung menghentikannya. Senyum tipis ia berikan kepada ketiga orang yang tengah berseru bahagia.

Apa mereka lupa jika hanya yang ada hubungan darah yang bisa mendonorkan ini semua?

Apa karena terlalu senang hingga mereka lupa?

Brangkar Haechan di dorong oleh beberapa perawat menuju ruang operasi, Haechan sempat menoleh kala dokter mengatakan di mana ruang Jisung di rawat.

Matanya menatap sendu pintu tersebut, ah ini semua salahnya.

Setelah sampai di ruang operasi, tubuhnya di pindahkan ke tempat tidur khusus, tidak lama setelahnya Haechan menoleh kala tirai di geser sehingga menampakkan apa yang terjadi di sana.

Terlihat Jisung yang menutup mata dengan beberapa bagian tubuh yang terluka, kepala anak itu yang di perban membuat hatinya merasa sesak. Haechan mengalihkan perhatian saat merasakan matanya yang tidak bisa menahan tetesan cairan bening melihat keadaan Jisung.

Haechan menatap langit-langit, jika di pikir' berarti waktunya di sini akan segera berakhir ya?

"Lee Haechan?" Panggil dokter Choi, saat Haechan membalas tatapan dokter tersebut, dokter Choi kembali bertanya "Kau yakin?"

Equanimity || Nct Dream [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang