9.don't worry

3.7K 378 31
                                        

Haechan membawa tasnya pada genggaman tangan, jangan di tanya mengapa.

Jawabannya tentu kalian sudah tau bagaimana, luka seperti itu yang berada di punggung apakah ada orang yang tak kesakitan jika luka tersentuh oleh benda? Tentu itu sangat menyakitkan.

Dia memutuskan untuk memesan bus karena nafasnya yang sudah tak teratur dengan detak jantungnya yang seperti tidak biasanya, kepala yang kembali pusing membuatnya takut membahayakan dirinya sendiri nanti.

Lebih baik mencegah dari pada sudah terlanjur terjadi bukan?

Tak begitu lama, bus sampai dan Haechan segera duduk di samping seorang wanita paruh baya yang membawa sayuran.

Awalnya Haechan tidak berniat untuk membuka topik namun tak sengaja netra nya bertemu dengan telapak tangan wanita tua yang tidak terlalu tua tersebut yang sedang menggenggam foto seorang anak laki-laki.

"Maaf? Apa aku boleh tau siapa foto yang kau genggam itu?"

Wanita yang ada di samping Haechan menoleh ke sumber suara "I-ini anak ku dan suami ku" Jawabnya.

"Lalu di mana mereka?"

Pertanyaan Haechan di jawab dengan senyuman pedih yang terukir pada bibir wanita tersebut "Suami ku sudah tiada sejak 3 bulan lalu karena menyelamatkan ku dari kecelakaan mobil"

"Dan anak ku.. dia ada di rumah"

"Lalu mengapa dia tidak ikut di sini?" Biarkan saja Haechan banyak bertanya, dia saat ini benar-benar penasaran.

"Junghwan dan Jihoon menyuruhku untuk berdagang" Jawaban wanita itu tentu membuat Haechan kaget, dia kembali melihat sekilas foto yang ada di genggaman tangan wanita tersebut.

"Jihoon berusia 17 tahun sedangkan Junghwan berusia 16 tahun"

"Mereka menyalahkan ku karena menurut mereka aku lah yang membuat ayahnya pergi"

Senyum wanita itu perlahan hilang dan tergantikan tangisan lirih "Siapa nama mu Ahjumma?"

"Taeyeon"

Haechan memeluk pundak wanita yang ada di sampingnya, hatinya terasa teriris kala mendengar cerita wanita yang sedang ia peluk ini.

Ternyata di sini masih ada seorang anak yang tega kepada ibunya sendiri dan menyalahkan seorang yang sudah merawat mereka dan mengandung mereka selama 9 bulan, Haechan di sini bahkan seolah-olah ingin memberi tau bagaimana rasanya kehilangan kedua orangtuanya kepada anak-anak yang di ceritakan oleh Taeyeon.

"Aku yakin kau adalah ibu terbaik untuk mereka, anak-anak mu pasti sangat beruntung mempunyai Eomma seperti mu Ahjumma... Jangan khawatir, suatu saat nanti pasti mereka akan tersadar"

Beberapa menit kemudian saat Taeyeon dan Haechan saling bertukar cerita pun bis berhenti pada pemberhentian Haechan, Taeyeon menampilkan senyum indah nya kepada Haechan yang juga menampilkan senyum manis dengan lambaian tangan.

"Anak itu bagai mempunyai masalah besar dalam keluarganya hingga dia tau tentang semua saran dan ucapan yang lebih dewasa dari usianya saat ini" Ucap Taeyeon yang masih membayangkan penuturan penuh arti dan menghangatkan hatinya dari Haechan yang di lontarkan kepadanya tadi.

"Semoga tuhan dan takdir baik selanjutkan menyertai mu Lee Haechan"

"Semoga tuhan dan takdir baik selanjutkan menyertai mu Lee Haechan"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Equanimity || Nct Dream [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang