16.everything is the same

3K 304 4
                                        

"Sudah membaik?" Tanya Luhan mengambil alih botol air yang sehabis di teguk oleh Haechan.

Anak itu mengangguk bagai jawaban.

Luhan menampilkan senyum manisnya "Aku akan mengantarmu pulang ke rumah"

"Tap—"

"Aku akan membantumu, tenang saja"

Setelah merasa keadaan Haechan membaik, Luhan kembali menjalankan mobilnya menuju rumah kediaman Lee.

Di sepanjang perjalanan sama sekali tidak ada yang berbicara, Haechan yang masih terbalut dengan pikirannya yang entah terbayang hingga kemana. Sedangkan Luhan fokus menyetir.

Tak lama kemudian, mereka sampai di depan.

Luhan keluar untuk mengambil barang-barang milik Haechan, Haechan sendiri menatap lurus mengamati rumah yang saat ini akan mulai kembali mengulang semua caci maki yang semakin banyak.

"Haechan, ayo" Panggil Luhan mengambil tas milik Haechan dan masuk ke area halaman rumah.

Dengan ragu Haechan pun ikut di belakang Luhan.

Tok. Tok. Tok.

Tangannya mengetuk pintu utama "Permisi?"

Ceklekk

Luhan memundurkan badannya saat pintu sudah terbuka, dengan senyum hangat Luhan menyamping agar tubuh Haechan dapat terlihat.

"Ada perlu?"

Itu Mark, si sulung yang hari ini meliburkan diri dari kantornya.

"Lee, masuklah" Titah Luhan menyuruh Haechan untuk masuk akan tetapi Haechan sama sekali tidak bergerak dari tempatnya melainkan menundukkan kepalanya, jika di tanya mengapa maka jawabannya adalah Mark yang saat ini menatapnya tajam dengan sorot kebencian yang sangat tampak.

"Oh? Ku kira kau sudah lupa dengan rumah ini" Remeh Mark dengan senyum miring "Masuklah, ada hadiah untukmu" Ucap nya mempersilahkan untuk Haechan untuk masuk.

Luhan menggandeng  tangan Haechan, mendorong anak itu pelan agar maju.

Dalam tatapan Haechan, Luhan tau anak itu sedang meminta tolong tapi Luhan tidak bisa membantu karena ini juga bukan urusannya, dia hanya orang asing.

"Bolehkah aku ikut ke dalam Lee Minhyung-ssi?"

Haechan menghela nafas lega, setidaknya Luhan masih bisa menyelamatkannya.

"Tentu.." Jawab Mark yang masih tak henti menatap Haechan tajam.

"Jaga dirimu baik-baik, jika ada masalah telepon saja aku" Ujar Luhan yang masih sibuk merapikan barang-barang di lemari Haechan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Jaga dirimu baik-baik, jika ada masalah telepon saja aku" Ujar Luhan yang masih sibuk merapikan barang-barang di lemari Haechan.

Laki-laki manis yang sedang duduk di pinggir ranjang itu mengayunkan kakinya dengan tatapan kosong, tak ada jawaban yang keluar dari bibirnya.

Equanimity || Nct Dream [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang