[ WAJIB VOTE, KALO NGGA VOTE AUTHOR SLEDING ⚠️ ]
『"Jika seperti ini jadinya, kita impas bukan? Nyawa dibalas dengan nyawa."』
«-Lee Haechan
Katanya setiap perbuatan maka harus ada tanggung jaw...
"Lain kali rapikan tulisan mu, jangan seperti yang ada di buku"
"Memangnya siapa kau menyuruh-nyuruh ku?"
Balasan Jeno menurutnya sangat dalam, Haechan hanya tertawa kecil sebagai jawaban "Chenle NadoJisungie, Hyung — Ah maaf. Aku sudah mencatat semua materi yang harus kalian pelajari untuk ujian kali ini, semoga berhasil dan mendapatkan nilai yang memuaskan"
Terasa miris batinnya tapi bagaimana? Bahkan kedua adik kesayangannya itu tidak mengganggap nya ada.
Jeno dan Jaemin dengan acuh meninggalkan Haechan, Jisung dan Chenle.
Haechan terkekeh kala melihat keduanya binggung.
"Pergilah-pergilah, aku tidak masalah" Suruh Haechan membalikkan badannya Jisung ke depan "Fighting Yorobun"
Puk.. puk.. puk
3 tepukan Haechan berikan pada pundak adiknya, Haechan berdoa dalam hati semoga di ujian hari ini dan ke depan adik-adiknya bisa melalui semuanya dengan baik tanpa ada rintangan yang berat, semua doa terbaik Haechan berikan kepada Chenle dan Jisung yang terutama.
"Chenle, Jisung... Maafkan aku selama ini jika aku tidak bisa menjadi Hyung yang terbaik untuk kalian, tapi percayalah aku akan selalu mendukung kalian di belakang.. tapi tidak dari depan"
"Lakukanlah semua yang terbaik untuk ujian ini agar Mark Hyung, Renjun Hyung bangga kepada kalian semua, bahkan aku pun ikut bangga jika adik ku sendiri mendapatkan nilai terbaik."
Haechan pun melepas tangannya dari pundak Jisung, Jisung dan Chenle lalu pergi menuju kelas mereka masing-masing.
Senyuman tipis terukir pada wajahnya saat Haechan melepas maskernya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Di kelas Jeno mengecek tugas yang sudah Haechan kerjakan karena sebentar lagi guru akan datang dan pastinya Jeno akan di tanyakan mengenai pekerjaan yang belum terkumpul itu.
"Bagaimana dia bisa menulis se rajin ini?" Bahkan Jeno pun heran, namun tak pikir panjang seolah tidak peduli dengan latar belakang kerja keras Haechan mengerjakan tugas 5 orang sekaligus.
Tak terasa guru pun datang.
Saat semua terkumpul, Jeno meremat tangan nya takut jika Haechan berbuat kesalahan dan berakhir dia yang mendapatkan hukuman.
Benar-benar tidak tau diri.
"Selamat untuk Lee Jeno" Seru guru wanita yang melayangkan senyuman kepada Jeno "Kau mendapatkan nilai tertinggi di kelas ini, selamat setelah sekian lama akhirnya nilai mu bisa sempurna di pelajaran yang ucap mu sangat tidak suka"
"J-jinjja?"
"Apakah kau mau ikut olimpiade Lee? Aku mempunyai sebuah brosur, jika kau menang maka kau akan mendapatkan keuntungan yang banyak"