34.proximity

2.7K 325 19
                                        

"Anak-anak lihat siapa yang datang?"

Semua mata menjadi mengarah pada Haechan, Hyunjin dan Felix. Mereka semua menundukkan badannya sekilas seperti memberi salam hormat.

"Cah, bermainlah mereka sudah makan" Titah Tiffany menyuruh agar ketiga tamu itu bermain dengan anak panti.

Langsung saja Felix dan Hyunjin berpencar pada anak yang sudah menjadi incaran mereka.

Haechan masih diam mencari keberadaan seorang anak yang ia kenal tidak berada di sini "Ahjumma di mana anak -"

"Dia? Ikut aku, dia dan anak yang berumur 15 tahun keatas semuanya ada di belakang rumah, kau pasti terkejut jika melihatnya" Tiffany menggandeng tangan Haechan tanpa meminta ijin membuat Haechan sedikit tersentak kaget.

"Dia? Ikut aku, dia dan anak yang berumur 15 tahun keatas semuanya ada di belakang rumah, kau pasti terkejut jika melihatnya" Tiffany menggandeng tangan Haechan tanpa meminta ijin membuat Haechan sedikit tersentak kaget

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Anak-anak.."

Mata Haechan membulat melihat anak yang dulunya waktu kecil menangis dan mengadu kepadanya karena ada yang memarahinya kini sudah berubah drastis.

Seorang anak kecil yang sepertinya berbeda 3 tahun dengan Haechan menangis saat berada di taman kota, dia sendiri. Waktu itu Haechan tengah berjalan-jalan dengan sang ibu dan malah bertemu dengan bocah ini.

Rambutnya yang sedikit panjang, dengan pakaian sekolah rapi membuat Haechan hampir lupa ingatan dengannya.

Tiffany melirik iris mata Haechan yang berkaca-kaca dan iris mata anak yang ada di sebrang tengah duduk di kursi dengan handphone di tangannya. Wanita itu mengkode agar anak tadi mendekat ke arah Haechan.

Dia tidak lupa.

Sangat ingat jelas walaupun itu adalah secuil moment.

"Donghyuck Hyung..?"

"Sungchan" Panggil Haechan, matanya tak bisa berbohong jika dia ingin meneteskan air mata melihat anak yang dulunya sangat cengeng kini sudah lebih tinggi dari dia sendiri.

Grepp

Sungchan menubruk tubuh Haechan penuh haru, siapa sangka jika dia bisa bertemu Haechan kembali setelah tahun-tahun berlalu.

"Kau sudah besar ya? Eh - kau membuat tatto pada leher?" Kaget Haechan melihat tatto bergambar induk kunci dengan rantai yang melingkar pada induk kunci tersebut.

"Ya, belum lama"

"Kau masih di bawah umur, bagaimana bisa mau membuat seperti ini? Lain kali jangan membuat lagi itu sangat seperti berandalan"

"Orangtua angkat ku mengijinkannya" Ucapan Sungchan membuat Haechan lagi-lagi kaget, sebenarnya tidak heran karena Sungchan memakai seragam sekolah ternama di Seoul selain sekolahannya.

"Pada saat dia umur 13 tahun, ada seorang pengusaha mengangkat ia menjadi anak angkat" Saut Tiffany menjelaskan agar Haechan tidak binggung "Aku akan di depan menemani teman-teman mu, kau berbincang saja dengan Sungchan"

Equanimity || Nct Dream [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang