[ WAJIB VOTE, KALO NGGA VOTE AUTHOR SLEDING ⚠️ ]
『"Jika seperti ini jadinya, kita impas bukan? Nyawa dibalas dengan nyawa."』
«-Lee Haechan
Katanya setiap perbuatan maka harus ada tanggung jaw...
"Kita bertemu lagi" Ucap Jaehyun dengan seulas senyum tipisnya kala melihat Haechan yang membuka pintu mobil.
"Annyeong"
Haechan pun masuk dan menutup pintunya, Jaehyun hanya mengamati itu tanpa ada pembicaraan kecil.
Saat anak berkulit Tan tersebut sudah selesai memasang sabuk barulah Jaehyun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
"Apakah selama aku dan yang lain lulus kau baik-baik saja?"
"Ya, tidak ada yang berubah"
"Jinjja? Bagaimana dengan Hyunjin dan yang lain?"
"Mereka sudah jarang" Jawab Haechan dengan senyum paksanya, tidak mungkin juga jika dirinya jujur kalau fisiknya selama Jaehyun, Taeyong dan yang lain lulus sama sekali tak ada yang melindunginya termasuk saudaranya sendiri.
Bahkan yang Jaehyun tau adalah Jeno dan Jaemin sangat dekat dengan Haechan karena keduanya berjarak tak terlalu jauh usianya.
"Kita hendak kemana Hyung?"
"Menemui seseorang yang sudah jarang kau temui"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Taeyong Hyung!? Wah Yuta Hyung juga datang?" Mata nya berbinar kala melihat sesosok yang sangat amat dia rindukan.
Taeyong tertawa pelan melihat ekspresi wajah adik kelas kesayangannya dulu "Kau sudah besar Haechan-ah? Tinggi mu bahkan hampir menyamai Jaehyun dan Yuta"
"Kemari" Suruh Taeyong menepuk kursi samping nya dengan cepat Haechan duduk di samping Taeyong dan memeluknya.
Pria berparas wajah tampan itu terkejut saat mendapatkan pelukan dadakan.
Setelahnya Taeyong membalas pelukan tersebut.
"Sudah, ada apa? Mengapa kau tidak mau di lepas?"
"Lee Haechan?"
Haechan meremat punggung Taeyong pelan menahan isakan kecil, tak tau apa yang membuatnya mendadak berhenti seperti ini, apakah dia merindukan sesosok seseorang yang memperhatikan dan menyayanginya seperti dahulu?
Andai dia tidak sebodoh itu, andaikan ia di gugurkan pada saat itu mungkin semua lebih baik.
"Haechan!"
Karena panggilan spontan itu membuatnya sadar dan segera melepas pelukannya pada Taeyong, tangan nya menghapus sisa air mata yang jatuh.
"M-maaf"
"Sepertinya kau ada masalah, ceritakan kepada kami" Suruh Yuta bersuara, Yuta tau jika ada sesuatu yang sepertinya anak itu sembunyikan dari mereka.
Taeyong memegang kedua pipi tirus Haechan.
"Besok kami akan pergi kesekolah mu"
"Untuk apa?"
"Berkunjung, besok hari ujian bukan? Kalau begitu ayo kita segera makan dan kami akan mengantarkan mu kerumah"