Mature content 21+
Dirty mind, dark secret
Menjadi playboy selama bertahun-tahun tentu menjadikan Tito Alvarez ahli dalam menakhlukkan banyak wanita.
Bagaimana apabila ia menyukai Jameka Michelle--kakak sahabatnya yang sudah tahu seluk-beluk, luar-d...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
“Oh! Faster, To. Fas ... ter ....”
Dengan penuh semangat, sambil menahan sebelah kaki wanita di bawah kungkungannyayang diletakkan di pundaknya, Tito mempercepat gerakan seduktif ciptaannya. Pandangan pria bertato sebadan itu lurus, tajam dan tertuju pada Jameka yang kini mendongak dengan mata terpejam serta bernapas ngos-ngosan bak dikejar raja hutan. Perangai yang jelas menikmati perubahan kecepatan gerakan Tito.
Selain lengkungan senyum yang terakit di bibir Tito lantaran takjub pada objek yang digarapnya, sebelah tangan pria itu yang semula memegangi pinggang berlekuk Jameka berpindah membelai rambut cokelat gelap berantakan dan meninggalkan kesan seksi yang menutupi sebagian wajah wanitacantik tersebut.
Jameka merespons Tito dengan kembali membelai daun telinga pria itu olehgerunganerotisnya. Sehingga bara api yang membakar tubuh mereka menghasilkan keringat lebih banyak dan membuat keduanya tampak mengilat di bawah paparan cahaya lampu temaram. Kulit mereka pun tampak kontras, tetapi selaras; Jameka berkulit putih, tetapi tidak pucat, dan Tito berkulit sedikit gelap dan sangat jantan.
Sambil memegangi leher Tito, Jamekakembali meminta kepada pria itu. “Har ... der ... harder please, Tito.”
Bagai kerbau yang dicocok hidungnya. Tanpa banyak cakap, Tito kembali memenuhi perintah Jameka. Kali ini tangannya merangkak turun dan menangkap salah satu bagian terindah dari tubuh atas Jameka. Ia meraup dan menekannya gemas.Linier dengan gerakan menurunkan kepala gunamenekuri leher jenjang wanita itu. Sebelum akhirnya mengkombinasikan indra pembau, pengecap serta gigi-giginya untuk berpesta fora pada puncak dada Jameka yang mengeras. Seolah menantang untuk ditaklukkan Tito.