Mature content 21+
Dirty mind, dark secret
Menjadi playboy selama bertahun-tahun tentu menjadikan Tito Alvarez ahli dalam menakhlukkan banyak wanita.
Bagaimana apabila ia menyukai Jameka Michelle--kakak sahabatnya yang sudah tahu seluk-beluk, luar-d...
—Kata orang ____________________________________________________
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
“Jameka.”
Jameka mendesah, memejamkan mata sejenak, menunduk, lalu mendongak. Dalam hati ia berdoa semoga air matanya tidak terjun bebas ke pipinya. Karena jujur saja, panggilan pria itu mendesirkan darah Jameka. Bagai mantra yang menahan tubuhnya agar tak bergerak ke mana pun. Padahal ia tak cukup sanggup untuk merespons panggilan River Devoss dalam bentuk apa pun, kecuali tingkat kepedihan.
“Jika aku meminta padamu untuk tinggal, apa kau akan tinggal?”
Butuh waktu beberapa detik untuk menguatkan tekat dan mengumpulkan tenaga agar bisa menghadap River. Pria itu berdiri beberapa jengkal di depan Jameka.
Selama ini Jameka dikenal sebagai wanita tanpa ekspresi. Untuk kali ini, River sangat jelas bisa membaca raut wajah Jameka. Tidak hanya itu, tatapan matanya pun menceritakan segalanyakepada pria itu.
Wanita berambut cokelat gelap panjang tersebut menggigit bibirnya yang bergetar saat menjawab tegas pertanyaan River. “Kau tahu aku tak bisa, Riv.”
“Kau bisa. Kau akan selalu bisa. Yang kau perlukan hanya memilihku.”
Jameka praktis kesal. Ia tahu siapa pria itu. Apa arti pria itu baginya. Cincin berlian sederhana, tetapi indah dan elegan yang melingkari jari manisnya menandakan betapa seriusnya River ingin menaikkan tingkat hubungan mereka.
Namun, Jayden Wilder berada di belahan benua lain sedang sekarat dan satu-satunya yang Jayden miliki adalah Jameka. Jadi, bagaimana mungkin Jameka akan memilih River sementara Jayden sendirian menghadapi sukumpulan malaikat yang mungkin sewaktu-waktu hendak menjemput nyawanya? Kenapa River tidak pengertian sama sekali?
“Kau seharusnya tahu mana yang lebih penting bagiku saat ini. Walau kalian belum pernah berkenalan atau bertemu, tapi adikku nantinya juga akan menjadi keluargamu. Keluarga kita. Tolong jangan memperkeruh suasana. Kita baik-baik saja, Riv.”