13.hanbin story

2.5K 232 7
                                        

Lisa mengajak ketiga temannya menuju kamar setelah yakin keadaan rumah sudah sepi.

Bibi Jung juga bilang kalau Jiyong dan Dara sedang ada urusan mendadak di perusahaan, sementara Jennie dan Jisoo belum pulang kuliah.

Bobby dan Hanbin rebahan di atas kasur milik Lisa sedangkan Seulgi duduk di tepi kasur sembari terus memperhatikan Lisa yang sedang mondar-mandir mencari sesuatu.

"Li, mau aku bantu?" Tawar Seulgi.

"Boleh, tolong periksa laci lemariku. Aku menyimpan kunci itu di kantong kecil berwarna hitam" Seulgi mengangguk lalu melangkah menuju lemari besar Lisa.

"Li, lemari sangat besar tapi isinya kenapa sangat sedikit?" Tanya Seulgi penasaran.

"Kau tau kan aku tidak suka berbelanja, lagipula baju-baju di dalam sana juga masih bagus-bagus" Ucap Lisa sembari terus sibuk mencari kunci rumah miliknya.

Seulgi hanya mengedikan bahu lalu membuka laci yang di maksud oleh Lisa.

Sedikit sulit untuk membukanya tapi akhirnya Seulgi berhasil dengan menambah sedikit tenaganya.

Satu hal yang langsung menjadi pusat perhatian Seulgi, Sebuah foto seseorang dimana ada orang dewasa yang sedang menggendong seorang anak kecil.

Gambar orang dewasa masih terlihat walau tak terlalu jelas, tapi gambar anak kecil itu sudah sangat buram.

"Seul, ada tidak?"

Suara Lisa membuat Seulgi terkejut, dia meletakan asal foto itu kembali ke dalam laci dan mulai mencari kantong hitam yang mungkin ada disana.

"Li, apa ini?" Tanya Seulgi sembari menunjukan kantong kecil berwarna hitam.

Lisa segera mendekat dan merebut kantong itu dari tangan Seulgi.

"Aah iya ini akhirnya ketemu" Ucap Lisa senang.

"Bob, ini kuncinya dan sebentar aku tulis dulu alamatnya" Lisa melempar kunci itu pada Bobby lalu melangkah menuju meja belajarnya.

Menuliskan sebuah alamat rumah di kertas kecil kosong lalu memberikannya pada Bobby.

"Pergilah sekarang, dan maaf aku tidak bisa membantumu" Ucap Lisa.

"Tidak apa-apa, aku malah sangat berterima kasih padamu Li" Ucap Bobby tersenyum.

"Biar aku yang bantu kepindahanmu, Li.. Mbin... Boleh kan?" Tanya Seulgi memastikan.

Lisa dan Hanbin saling tatap hingga akhirnya menganggukan kepala.

"Kalau begitu kami pergi, bye Li... Bye Mbin.... ... Kajja Seul" Bobby keluar dengan merangkul Seulgi.

Sekarang hanya tinggal Lisa dan Hanbin.

Lisa duduk di tepi kasur, Hanbin pun ikut duduk.

"Jadi apa masalahmu?" Tanya Lisa.

"Tentang Hobbyku lagi" Ucap Hanbin.

"Tentang kemenangan kemarin?" Tanya Lisa, Hanbin menoleh lalu mengangguk.

"Hm.. Mereka belum bisa menerima hobyku itu..... Semalam....... " Hanbin menghela nafas dalam-dalam.

Flashback....

Hanbin melangkah dengan keraguan, hari ini dia kembali menjadi juara pada kompetisi basket antar sekolah.

Wajahnya menegang, Hanbin meremas kuat medali yang ada di tangan kanannya.

Setelah menghela nafas panjang, Hanbin memberanikan diri untuk masuk ke dalam rumah.

Lampu-lampu masih menyala dan Hanbin yakin orang rumah belum tertidur.

ALONE in The WorldTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang