Dugh!
Tubuh mungil itu jatuh begitu saja di atas lantai tepat saat ia memasuki kamarnya.
Dengan sekuat tenaga ia bangkit dan berjalan gontai menuju meja belajar miliknya dan membuka laci lalu mengambil 2 botol kecil itu.
Dalam sekali telan 4 butir obat itu masuk begitu saja ke dalam mulutnya.
Dengan memejamkan kedua matanya dan membekap mulutnya sendiri ia sekuat mungkin menahan suara rintihan yang berasal dari rasa sakit tubuhnya saat ini.
Drrtt..
Drrrt..
Dengan satu tangan ia mengambil ponsel miliknya dan melihat nama di layar yang menghubunginya.
Reyfan
Tanpa sadar air mata itu jatuh tanpa ia minta saat membaca nama itu dan tanpa menjawab ia membiarkan panggilan itu terus menerus hingga getaran di ponselnya berhenti.
Ting!
Bisa ia tebak satu nofikasi baru saja masuk pesan ponsel nya namun seperti tau siapa orangnya ia memilih untuk membiarkan dan membacanya nanti karna rasa sakitnya belum juga reda.
Mungkin saat ia tidur ia tidak akan rasakan lagi sakit itu.
Mungkin?
"Kamu pasti bisa!"gumamnya lemas?
Hanya itu kata kata yang sering ia ucapkan untuk menguatkan diri sendiri dalam keadaan seperti ini.
"Mama, papa, dan Reyfan masih butuh tubuh dan raga ini!"
Kalimat itu ia ucapkan hingga kesadaran nya mulai hilang.
....
"Arrghh! Kenapa sih? Angkat doang susah banget! Bahkan bales chat gue aja enggak! Jangankan bales baca aja enggak!.. "
Pria itu mengacak frustrasi rambutnya dengan kedua tangan dan mulai melepas seragam putih nya hanya menyisakkan kaos hitam nya.
Ia berdiri tepat di balkon kamarnya dan menatap bintang yang begitu terang di malam hari.
"Kamu lagi apa Sas? Aku cuman mau minta maaf karna sikap diam aku dan egois aku tadi siang ke kamu itu aja.. Tapi kamu malah nggak angkat telfon aku!.. Apa kamu marah? Kecewa? "
Ceklek..
"Reyfan!"
"Iyah bun"
Ia berbalik dan menatap ke arah sang bunda yang sedang berjalan menuju ranjang nya dan duduk di tepi nya.
"Ada apa bun?"
Sambil tersenyum ia membalas tatapan sang bunda sembari duduk di kursi meja tempat meja belajarnya.
"Harusnya bunda yang nanya sama kamu.. Kamu kenapa? Ada masalah?"
"Bunda tau aja.."
Ia menunduk sembari memainkan jari jemari miliknya seolah tidak bisa beradu tatapan lagi karna sang bunda seperti bisa membaca pikirannya.
"Saskia?"
"Bunda.. Reyfan bisa minta satu permintaan sama bunda?" tanpa menjawab pertanyaan sang bunda ia malah membalas dengan bertanya lagi.
"Minta apa itu?"
"Reyfan mau.."
"Mau?"
"Emm.. Mau"
"Mau apa sih? Jangan bilang sama bunda kalo kamu mau minta bunda nikahin kamu sama Saskia!"
"Astagfirullah bunda.. Reyfan masih mikir kali kalo usia kita itu masih rrmaja kek gini.. Enggak semudah itu Reyfan langsung minta nikah"
KAMU SEDANG MEMBACA
TAKDIR AKU,RAGU!
Romansa"Tapi lo nggak pernah menghargai gue sebagai cowo lo!!" "Maaf.." Kisah Cinta Segitiga terumit antara pacar dan musuh?💔 WARNING!!! Ini bukanlah cerita dengan anak geng motor. Cerita ini memiliki alur konflik tentang cowo yang terjebak akan cinta p...
