💗💗💗
10 menit berlalu..
Suasana masih hening setelah pertanyaan dari Bintang masih belum di jawab juga oleh Sandrinna.
Bintang melirik arjoli di pergelangan tangannya lalu menoleh lagi pada sang pacar yang masih menunduk sembari terus mengunyah pelan.
"San!"
"......"
Bintang menghela nafasnya pelan lalu mendekatkan lagi posisi duduknya pada Sandrinna dengan terus menatapnya lekat.
Ada kecemasan yang terlihat jelas di wajah cantik itu bahkan matanya seolah gelisah dan jangan lupakan keringat yang sudah mulai membasahi pelipisnya.
Ia mengusap pelan keringat itu dengan kedua tangannya lalu mengangkat pelan dagu cantik itu membuat pandangan mereka bertemu.
"Nggak usah pikirin lagi pertanyaan aku yang tadi.. Lupain aja yah"
"Tap--"
"Udah.. Aku juga nggak terlalu kepo banget sih cuman mau nanya aja.."
"Beneran?"
"Bener lah.. Sekarang makan lagi!"
"Makasih.." ucap Sandrinna lembut sembari mengelus pelan pipi kanan Bintang.
"Iyah cantiknya Bintang!"
Sandrinna hanya tersenyum teduh dengan kedua netranya yang tak lepas dari wajah pria yang begitu mengerti dia bahkan meskipun sering di kecewakan olehnya.
"Maafin aku Bintang!"
...
"Ini udah bener kan jawabannya?"
"Hm"
"No 5 lo sama kan sama gue?"
"Hmm"
"Tapi kok kalian ada huruf kapitalnya di no 5 tapi gue enggak! Beneran nih?"
"Hmm!"
Karna hanya mendapatkan respon yang singkat sedari tadi membuat Clay melirik kedua orang di depannya ini dengan tajam lalu tanpa aba aba langsung menggebrak meja dengan keras.
Brak!
"KAMPRET!"
"CLAY JELEK!"
Kaget Kiesha dan Reyfan secara bersamaan sembari mengelus pelan dadanya.
"Lo nggak ada yang lebih asik gitu kagetnya selain ngatain gue?" tanya Clay pada Kiesha yang hanya menatapnya datar.
"Enggak ada! Itu kaget yang indah menurut gue"
"Indah Ginjal lo!"
"Bodo!"
"Lo berdua nggak bisa apa serius dikit hmm?" tanya Reyfan dengan tatapan mengintimidasi.
"NGGAK BISA!" jawab keduanya serentak membuat Reyfan menutup kedua matanya spontan sembari mengusap wajahnya kasar.
"Nggak usah pake KUAH!" sahut Reyfan bergantian menoyor jidat keduanya kesal.
"Lagian kita ngumpul di rumah gue buat bahas tugas bukan bahas perdebatan kalian!"
"Iye boss"
Saat ketiganya mulai fokus pada buku buku pelajaran yang berserakan di atas meja tiba tiba terdengar suara langkah kaki yang turun dari lantai atas ke bawah.
Reyfan menoleh dan melihat Raqeela yang sedang berjalan sambil menggaruk pelan rambutnya lalu menguap kecil sembari terus berjalan menuju dapur.
Sepertinya baru bangun tidur itulah yang ada di fikiran Reyfan ia pun kembali fokus pada kegiatan awal.

KAMU SEDANG MEMBACA
TAKDIR AKU,RAGU!
Romance"Tapi lo nggak pernah menghargai gue sebagai cowo lo!!" "Maaf.." Kisah Cinta Segitiga terumit antara pacar dan musuh?💔 WARNING!!! Ini bukanlah cerita dengan anak geng motor. Cerita ini memiliki alur konflik tentang cowo yang terjebak akan cinta p...